banner

Walikota Metro Kunjungi Kegiatan Membatik Bagi Guru SD Dan Guru SMP Se-Kota Metro Yang Di Selenggarakan Di Rumah Informasi Sejarah Dokter Swoning Kota Metro

Kota Metro  —  Batik merupakan hasil karya Bangsa Indonesia dan merupakan perpaduan seni dan teknologi yang harus dilestarikan. Hal itu disampaikan oleh Walikota Metro, Wahdi Siradjudin saat meninjau kegiatan membatik bagi guru SD dan SMP Kota Metro. Sabtu, 25/11/2023.

Bertempat di halaman Rumah Informasi Sejarah Dokter Swoning Kota Metro, kegiatan ini digelar oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro.

Dengan tema, “Melalui Kegiatan Membatik Kita Tingkatkan Kreativitas dan Keterampilan Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Metro”.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Suwandi S.IP., M.M mengatakan, kegiatan ini selain untuk melestarikan kebudayaan membatik, juga sebagai persembahan karya dalam peringatan Hari Guru tahun 2023.

Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Wahdi sangat mengapresiasi peran guru dalam mewujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang. Maka dibutuhkan para pendidik yang berdedikasi tinggi dan responsif terhadap kemajuan teknologi .

“Dengan adanya kontribusi pada saat ini, diharapkan dapat memberikan sumbangsih dengan ikut mengenalkan dan mempromosikan motif batik khas Kota Metro, sehingga lebih dikenal oleh semua masyarakat”, sebut Wahdi.

Sementara itu, berdasar laporan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Metro, Siti Rogayati Seprita , menjelaskan bahwa kegiatan membatik ini dilaksanakan selama dua hari, mulai taggal 24 dan 25 November 2023.” Untuk pesertanya sendiri sebanyak 50 guru seni dan keterampilan SMP dan 30 guru seni SD. Sedangkan narasumber kami hadirkan Rahayu Budiadi dari Canting Batik Metro”, jelasnya.

Terkait dengan motif batik yang dilestarikan saat ini yaitu motif baru leluwak Teghambur, yang ingin dikenalkan sebagai icon Kota Metro.

“Leluwak Teghambur yang artinya adalah kupu kupu . Diharapkan dengan kegiatan ini selain mensosialisasikan icon batik, juga dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas guru agar nantinya dapat menjadi bahan pembelajaran seni di sekolah masing masing,” pungkasnya.

(Red/***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *