Menu

Mode Gelap
Jembatan Boulevard Amurang Putus, Polres Minsel Gerak Cepat Evakuasi Warga Aqil Murid Berprestasi Se-Kabupaten Lebak Dari SD Negeri 2 Maja, Ikuti Pelepasan Dengan Penuh Bahagia Dan Haru Kemana Para APH? Oknum Warga Pesta Pora Menggasak Pasir timah di Lahan Milik Pengusaha Ternama Pemda Melawi Bersama Wahana Visi Indonesia Gelar Pelatihan Komite Air Kapolres Melawi AKBP Sigit Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Kapuas 2022

Daerah · 19 Sep 2022 14:53 WIB ·

Dalam Dugaan Pencemaran Nama Baik, Manajemen Pondok Pesantren Resmi Mengadukan Laporan Di Kantor Polisi.


 Dalam Dugaan Pencemaran Nama Baik, Manajemen Pondok Pesantren Resmi Mengadukan Laporan Di Kantor Polisi. Perbesar

Kotamobagu,Jejakperistiwa.online-Manajemen Pondok Pesantren (Ponpes) Nizamudin Desa Liberia, resmi mengadukan dugaan perbuatan pencemaran nama baik yayasan lewat media sosial facebook ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotamobagu.

Hal tersebut dibenarkan Kasie Humas Polres Kotamobagu Iptu I Dewa Adyana, dalam keterangannya di Mapolres setempat, Minggu 18 September 2022.

“Iya benar, kami menerima aduan dari pihak yayasan Nizamudin perihal pencemaran nama baik di media sosial oleh akun facebook GL. Aduan Diterima Kanit SPKT Aiptu Ibnu Manangin dan sudah sampai ke pimpinan. Selanjutnya menunggu perintah pimpinan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Dewa.

Senada, surat aduan yang dilayangkan ke SPKT Polres Kotamobagu tersebut, turut dibenarkan Delly Mamonto SE, selaku Humas Yayasan Nizamudin Liberia.

“Karena tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan, maka saya mewakili yayasan dikuasakan untuk menindaklanjuti perihal pencemaran nama baik yayasan,” tegas Delly.

Menurutnya, aduan yang dilayangkan berkaitan dengan postingan akun facebook GL yang dinilai mengandung narasi pencemaran nama baik yayasan.

“Postingan tersebut telah viral di media sosial karena sudah beberapa kali dibagikan sehingga sudah menyebarluas dan berdampak kepada keberlangsungan yayasan kedepan. Olehnya ini wajib kami selesaikan secara hukum,” ujarnya.

Masih kata Delly, akibat tindakan pencemaran nama baik tersebut, yayasan merasa sangat dirugikan baik moril maupun materil. “Sehingga hal tersebut akan terus kami usut,” tandasnya.

Untuk diketahui, undang-undang ITE tahun 2016 telah melakukan perubahan Pasal 45 dan penambahan Pasal 45 A dan 45 B yang kesemuanya berfungsi menjerat pelaku tindak pidana yang berkaitan dengan kejahatan Teknologi Informasi (Cyber Crime).

Adapun satu diantaranya adalah Pasal 45 ayat (3) UUITE 2016 yang berbunyi “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Felma Lumempow Calon Hukum Tua No.2 Maju Untuk Kesejahteraan Masyarakat.

28 September 2022 - 08:20 WIB

Inilah Kisah Hardi Mardeni Bangun Kesuksesan Media Babel Grup

23 September 2022 - 12:19 WIB

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Lakukan Kunjungan Kerja Di Beberapa Satuan TNI AL Di Kota Bitung.

17 September 2022 - 00:38 WIB

Satlantas Polres Bitung Bagi Sembako Kepada Sopir Angkotan Umum.

8 September 2022 - 14:40 WIB

Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022, Kepala Staf Kodim 1310/Bitung Turut Hadir Dalam Rapat.

6 September 2022 - 00:11 WIB

Gowes Danrem 131/Stg Bersama Jajaran Pejabat Korem 131/Stg Ke Makodim 1310/Bitung Disambut Dandim 1310/Bitung.

2 September 2022 - 20:51 WIB

Trending di Daerah
error: Content is protected !!