Kapolres Bitung Buka Ruang Kritik, Polres dan GTI Sepakat Lawan Hoaks Berbasis Fakta

BITUNG, JejakPeristiwa.Online — Komunikasi terbuka antara kepolisian dan masyarakat kembali diperkuat. Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H. menerima jajaran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Timur Indonesia (GTI) dalam agenda silaturahmi dan dialog di Ruang Transit Kapolres Bitung.

 

Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mempertegas pentingnya fungsi kontrol sosial yang dijalankan secara kritis, objektif dan bertanggung jawab.

 

Kapolres Bitung didampingi Kasat Intelkam saat menerima rombongan GTI yang dipimpin Ketua Umum Fikri Alkatiri. Suasana pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan yang menitikberatkan pada pentingnya membangun komunikasi sehat antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat.

 

AKBP Arie menegaskan, menjaga kamtibmas tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Masyarakat, organisasi kemasyarakatan maupun LSM memiliki peran penting dalam memberikan masukan, menyampaikan aspirasi serta melakukan kontrol sosial terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

 

> “Kami sangat terbuka terhadap komunikasi dan masukan dari seluruh elemen masyarakat. Fungsi kontrol sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat, sepanjang dilakukan secara objektif, berdasarkan data dan fakta, serta disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab,” ujar AKBP Arie.

 

Menurutnya, kritik terhadap institusi kepolisian tetap memiliki ruang sepanjang disampaikan berdasarkan fakta dan tidak dibangun dari informasi yang belum terverifikasi.

 

Kapolres juga menyoroti tantangan penyebaran informasi di media sosial. Menurutnya, kecepatan informasi harus diimbangi dengan ketelitian dalam memastikan kebenaran sebuah informasi sebelum disebarluaskan kepada publik.

 

> “Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Mari kita bersama-sama melawan hoaks dengan membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi,” tegasnya.

 

GTI: Kontrol Sosial Bukan untuk Mencari Kesalahan

Ketua Umum LSM GTI Fikri Alkatiri mengapresiasi sikap terbuka Kapolres Bitung yang memberikan ruang bagi organisasi masyarakat untuk berdialog secara langsung dengan kepolisian.

 

Fikri menilai, komunikasi semacam itu penting agar fungsi kontrol sosial tidak berhenti pada kritik, tetapi dapat berkembang menjadi kontribusi nyata untuk kepentingan masyarakat.

 

> “Bagi kami, fungsi kontrol sosial bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi bagaimana memberikan kontribusi yang konstruktif demi kepentingan masyarakat,” kata Fikri.

 

Ia memastikan GTI akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis, namun mengedepankan data, fakta, verifikasi dan etika ketika menyampaikan informasi kepada masyarakat.

 

> “GTI siap bersinergi dengan Polres Bitung. Kami akan tetap menjalankan fungsi kontrol secara objektif dan bertanggung jawab. Kami juga siap ikut membantu memerangi hoaks karena informasi yang tidak benar dapat merugikan masyarakat dan berpotensi mengganggu situasi kamtibmas,” tegasnya.

 

Bangun Kemitraan, Bukan Sekadar Seremonial

Pertemuan Polres Bitung dan GTI tersebut menjadi salah satu ruang komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kemitraan yang lebih terbuka.

Keterbukaan terhadap kritik dan masukan merupakan bagian penting dalam menciptakan ruang publik yang sehat. Di sisi lain, kebebasan menyampaikan informasi juga perlu dibarengi tanggung jawab untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik memiliki dasar yang jelas.

Sinergi antara aparat, LSM dan masyarakat diharapkan tidak hanya berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi dapat berlanjut melalui komunikasi dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Polres Bitung pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan komunikasi yang santun dalam menyampaikan kritik maupun aspirasi.

 

Pada akhirnya, menjaga kamtibmas bukan hanya pekerjaan polisi. Ia membutuhkan keberanian untuk mengkritik, kedewasaan untuk menerima masukan, dan tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap informasi yang beredar tidak justru menjadi sumber keresahan di tengah masyarakat.

 

(Red_FRT)

Sumber : Humas Polres Bitung

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *