FPSL 2026 Dibuka Meriah, Kapolres Arie Turun Tangan: 76 Personel Disiagakan, TNI-Polri Kepung Titik Strategis

Bukan Sekadar Festival, Polres Bitung Pasang Pengamanan Berlapis hingga 11 Oktober

BITUNG, JejakPeristiwa.Online — Kemegahan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 tak hanya disambut dengan panggung hiburan dan atraksi budaya. Di balik keramaian ribuan masyarakat dan pengunjung, Polres Bitung memasang pengamanan berlapis dengan mengerahkan 76 personel di sejumlah titik strategis.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Bitung memastikan salah satu agenda pariwisata terbesar Kota Bitung itu berlangsung aman, tertib dan nyaman hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada Minggu, 11 Oktober 2026.

FPSL 2026 resmi dibuka di kawasan Satuan Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII, Sabtu (3/10/2026), oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E.

Di tengah meriahnya pembukaan, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., turun langsung memastikan kesiapan pengamanan.

Kapolres hadir bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Bitung. Kehadiran tersebut bukan sekadar menghadiri seremoni, tetapi sekaligus menjadi bagian dari pengecekan langsung terhadap kesiapan personel, pola pengamanan dan kondisi lapangan.

76 Personel Disebar, Titik Rawan Jadi Perhatian

Sebanyak 76 personel Polres Bitung disiagakan pada sejumlah titik yang dinilai membutuhkan kehadiran dan pelayanan kepolisian.

Personel diarahkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat muncul seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama festival berlangsung.

Mulai dari kepadatan pengunjung, kelancaran lalu lintas, keamanan lokasi kegiatan hingga kebutuhan pelayanan masyarakat menjadi perhatian dalam pengamanan.

Tak berjalan sendiri, kekuatan Polres Bitung diperkuat melalui sinergi bersama TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja serta instansi terkait lainnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kemeriahan FPSL tidak berubah menjadi persoalan keamanan di lapangan.

Kapolres Tekankan Polisi Harus Hadir, Bukan Sekadar Berdiri

Kabag Ops Polres Bitung AKP Nofri Sadia, S.Sos., S.H., mengatakan seluruh personel telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, keberadaan polisi di tengah festival bukan hanya untuk melakukan penjagaan, tetapi juga memberikan rasa aman dan membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Bapak Kapolres menekankan bahwa pengamanan FPSL bukan semata-mata menjaga kegiatan agar aman, tetapi juga bagaimana kehadiran personel dapat memberikan rasa nyaman dan membantu masyarakat. Personel harus hadir dengan sikap humanis, ramah, responsif dan tetap profesional dalam menjalankan tugas,” ujar Nofri.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pola pengamanan FPSL mengedepankan preventif, pelayanan dan deteksi dini, tanpa mengesampingkan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Masyarakat pun diminta ikut menjadi bagian dari pengamanan dengan mematuhi arahan petugas, menjaga barang bawaan, mengawasi anak-anak maupun anggota keluarga serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Apabila membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menghubungi petugas yang berada di lokasi,” tambahnya.

Pengamanan Tak Berhenti di Hari Pembukaan

Polres Bitung memastikan pengamanan tidak hanya terkonsentrasi pada seremoni pembukaan.

Sebanyak 76 personel akan disiagakan secara berkelanjutan hingga seluruh rangkaian FPSL 2026 berakhir pada 11 Oktober.

Pola pengamanan dilakukan dengan mengedepankan langkah preventif dan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Setiap perkembangan situasi di lapangan menjadi perhatian personel agar potensi gangguan dapat dicegah sedini mungkin.

Namun, apabila ditemukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, kepolisian memastikan langkah penegakan hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Polri bersama TNI dan seluruh instansi terkait akan terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat dapat menikmati FPSL dengan rasa aman, nyaman dan penuh kegembiraan,” kata Nofri.

Jaga Keamanan, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Bitung

FPSL 2026 mengusung tema “Together in Harmony”. Festival tersebut menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Kota Bitung kepada masyarakat luas.

Kehadiran pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif juga memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Karena itu, keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga seluruh rangkaian festival tetap berjalan maksimal.

Festival yang aman akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan, wisatawan untuk datang, pelaku UMKM untuk bergerak dan Kota Bitung untuk menunjukkan wajah terbaiknya.

Di titik inilah peran pengamanan menjadi penting.

Polres Bitung memastikan seluruh kekuatan yang telah disiapkan tidak hanya berorientasi pada penjagaan, tetapi juga memberikan pelayanan dan menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Kapolres Arie Kawal Langsung Bersama PJU

Dalam pembukaan FPSL 2026, Kapolres Arie didampingi sejumlah pejabat utama Polres Bitung.

Mereka antara lain Kabag Ops AKP Nofri Sadia, S.Sos., S.H.; Kasat Reskrim AKP Ahmad Anuggrah Ari Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.H.; Kasat Lantas AKP Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K., S.I.K., M.H.; Kapolsek Aertembaga AKP Denny S. Tampenawas, S.Sos., S.H.; Kasat Intelkam IPTU Cristian Winter P. Pardede, S.H.; Kasat Samapta IPTU Wakit Sugianto; Kasi Humas AKP Abdul Natip Anggai; serta Kasat Polairud IPDA John Marisi, S.H.

Pembukaan juga dihadiri unsur Forkopimda Kota Bitung, Dansatrol Kodaeral VIII beserta staf, Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir. Ign. Rudy Theno, S.T., M.T., Kepala Dinas Kominfo Altin Tumengkol, para kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD serta undangan lainnya.

Dengan kekuatan 76 personel, dukungan TNI dan instansi terkait serta komando langsung pimpinan kepolisian di lapangan, Polres Bitung menegaskan kesiapannya mengawal FPSL 2026 sampai garis akhir.

Di balik gemerlap FPSL, ada barisan personel yang bersiaga. Bukan untuk membatasi kemeriahan, tetapi memastikan setiap warga dapat menikmati festival dengan rasa aman.

FPSL boleh meriah.

Namun keamanan tetap menjadi harga mati.

 

(Red_FRT)

JejakPeristiwa.Online — Mengabarkan Fakta, Menjaga Kepercayaan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *