Dua Kapal Polairud Curi Perhatian di Selat Lembeh, Bayuaji Tegaskan Misi Pengamanan FPSL 2026

BITUNG, JejakPeristiwa.Online — Dua kapal andalan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mencuri perhatian dalam parade Sailing Pass pada puncak Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026, Sabtu (10/10/2026). Di balik atraksi manuver di perairan Selat Lembeh, terdapat misi penting untuk mendukung keamanan pelayaran dan kelancaran salah satu agenda pariwisata bahari Kota Bitung tersebut.

Dua kapal yang dikerahkan, yakni KP RIB XV-112 dan KP SBU XV-2003, tampil dalam parade yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WITA di perairan depan Dermaga Satrol Kodaeral VIII Bitung.

Atraksi itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam perayaan FPSL 2026. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara dan Forkopimda Kota Bitung turut hadir menyaksikan parade tersebut.

Kehadiran kedua kapal Polairud tidak hanya memperkaya atraksi bahari, tetapi juga mendukung pengawasan serta pengamanan jalur pelayaran selama kegiatan berlangsung.

Ratusan Perahu Ramaikan Selat Lembeh

Parade Sailing Pass tahun ini diikuti ratusan perahu tradisional dan kapal ikan milik masyarakat setempat. Kondisi tersebut membuat koordinasi pengamanan di perairan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan peserta maupun warga yang menyaksikan kegiatan.

Ditpolairud Polda Sulut berkolaborasi dengan Satuan Patroli Kapal, Sathantai Kodal VIII Bitung, Bakamla, PDSKP, KPLP, serta Dinas Perhubungan dalam mendukung pengamanan jalur parade.

Personel yang mengawaki KP RIB XV-112 dan KP SBU XV-2003 ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang rute kegiatan. Mereka melaksanakan patroli dan pemantauan situasi perairan untuk mendukung kelancaran parade.

Kafasharkan Ditpolairud Polda Sulut, Kompol Merry Paku, hadir dalam kegiatan tersebut berdasarkan perintah langsung Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H.

Keterlibatan lintas instansi ini menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan tertib, sekaligus memastikan kegiatan pariwisata bahari dapat berlangsung dengan baik.

Bayuaji: Keamanan Laut Jadi Fondasi Wisata Bahari

Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, menegaskan bahwa partisipasi jajarannya dalam FPSL 2026 merupakan wujud pelaksanaan tugas pelayanan dan pengayoman Polri kepada masyarakat.

Menurutnya, peran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga kehadiran dalam kegiatan masyarakat yang mendorong kemajuan daerah, termasuk pengembangan sektor pariwisata.

“Kehadiran KP RIB XV-112 dan KP SBU XV-2003 di Selat Lembeh adalah bentuk pelayanan dan solidaritas kami terhadap masyarakat Bitung. Kami ingin menunjukkan bahwa TNI-Polri dan pemerintah selalu bersatu padu menciptakan suasana kondusif bagi setiap kegiatan positif. Keamanan perairan adalah fondasi agar potensi wisata bahari kita dapat berkembang maksimal,” ujar Bayuaji.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Ditpolairud Polda Sulut yang terlibat dalam pengamanan dan rangkaian kegiatan puncak festival.

Bayuaji menilai, kehadiran anggota di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan warga.

“Terima kasih banyak kepada seluruh personel Ditpolairud yang sudah hadir dalam kegiatan FPSL dan sudah berada di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran kalian adalah cerminan dari Polri yang humanis dan dekat dengan rakyat,” ungkapnya.

Perkuat Sinergi, Jaga Kepercayaan Publik

Bayuaji berharap kekompakan di internal Ditpolairud serta sinergi dengan unsur Forkopimda dan masyarakat dapat terus dipertahankan. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah perairan.

“Semoga kekompakan ini bisa terjaga sampai selama-lamanya di kesatuan Ditpolairud Polda Sulut. Mari kita jadikan momentum ini sebagai fondasi untuk terus melayani dengan hati, menjaga perairan dengan profesionalisme, dan menginspirasi masyarakat dengan keteladanan,” tuturnya.

Ia juga berharap FPSL dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri.

“Semoga sinergi ini terjaga selamanya, sehingga Selat Lembeh tidak hanya dikenal karena keindahan bawah lautnya, tetapi juga karena rasa aman dan harmoni sosial yang terbangun di sekitarnya,” pungkas Bayuaji.

Atraksi KP RIB XV-112 dan KP SBU XV-2003 dalam parade Sailing Pass FPSL 2026 memperlihatkan keterlibatan Ditpolairud dalam mendukung kegiatan masyarakat di kawasan perairan. Melalui koordinasi pengamanan bersama sejumlah instansi, aspek keselamatan pelayaran dan kenyamanan pengunjung menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival bahari tersebut.

 

(Red_FRT)

JejakPeristiwa.Online — Tajam Mengungkap Fakta, Tegas Menyuarakan Kebenaran.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *