Tangis Korban Kebakaran Pateten Satu, Dirpolairud Polda Sulut Hadir Bawa Bantuan Kemanusiaan

BITUNG, JejakPeristiwa.Online — Duka menyelimuti warga Kelurahan Pateten Satu, Lingkungan I, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, setelah kebakaran yang terjadi pada Jumat dini hari (16/10/2026) menghanguskan belasan rumah dan membuat sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal. Di tengah situasi sulit tersebut, kepedulian dan bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak mulai mengalir untuk meringankan beban para korban.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., turun langsung menemui warga terdampak pada Sabtu (17/10/2026). Bersama jajaran Ditpolairud Polda Sulut, ia menyerahkan bantuan kebutuhan pokok sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang kini harus menghadapi kenyataan pahit akibat kehilangan tempat tinggal.

Kehadiran jajaran Ditpolairud di lokasi kebakaran menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami masa sulit. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga, terutama keluarga yang kehilangan harta benda dan perlengkapan rumah tangga akibat musibah tersebut.

Dalam keterangannya di lokasi kegiatan, Kombes Pol Bayuaji menjelaskan bahwa pihaknya segera memberikan perhatian setelah menerima informasi mengenai kebakaran di wilayah Aertembaga, yang lokasinya tidak jauh dari Markas Komando Ditpolairud Polda Sulut.

“Tentunya kegiatan hari ini kita mendengar ada informasi bahwa di wilayah Aertembaga, dekat dengan Mako Ditpolairud Polda Sulut, tentunya ada kejadian kebakaran rumah warga.”

“Di sini beberapa warganya juga adalah warga nelayan, 17 rumah, kurang lebih 25 KK dan ada 6 balita,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

Berdasarkan keterangan tersebut, kebakaran ini berdampak terhadap sekitar 25 kepala keluarga. Keberadaan enam balita di antara warga terdampak turut menjadi perhatian dalam penyaluran bantuan, mengingat kelompok usia tersebut membutuhkan perlengkapan dan kebutuhan khusus selama berada dalam kondisi darurat.

Adapun bantuan yang diserahkan meliputi sembako, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, serta kebutuhan bagi bayi dan balita. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama menjalani masa pemulihan setelah kebakaran.

Tenda Darurat Disiapkan, Penanganan Korban Dikoordinasikan

Selain memberikan bantuan langsung, penanganan warga terdampak juga dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Tenda darurat telah disiapkan melalui kerja sama Ditpolairud Polda Sulut, Polres Bitung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial Kota Bitung.

Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan warga, terutama untuk memastikan tersedianya tempat berlindung sementara dan bantuan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Bagi warga terdampak, bantuan kemanusiaan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan sehari-hari, melainkan juga bentuk dukungan di tengah situasi yang tidak mudah. Kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran membuat proses pemulihan membutuhkan perhatian serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Dirpolairud Imbau Warga Waspada Bahaya Kebakaran

Di tengah penanganan korban, Kombes Pol Bayuaji turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca memasuki musim kemarau.

Ia mengimbau warga untuk memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah, terutama instalasi yang sudah berusia lama atau digunakan untuk menanggung beban listrik berlebihan. Masyarakat juga diminta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.

Langkah pencegahan dinilai penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa, sebab kelalaian kecil dapat menimbulkan dampak besar ketika api mulai menyebar di kawasan permukiman.

Musibah kebakaran di Pateten Satu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap sumber api dan kondisi instalasi listrik perlu menjadi perhatian bersama. Pemeriksaan berkala serta kebiasaan menjaga keamanan lingkungan dapat membantu meminimalkan risiko kebakaran.

Kehadiran Dirpolairud Polda Sulut bersama jajaran di tengah warga terdampak menunjukkan keterlibatan Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi musibah.

Diharapkan, bantuan yang telah disalurkan serta koordinasi antarinstansi dapat membantu meringankan beban keluarga terdampak dan mendukung proses pemulihan mereka. Di tengah duka akibat kehilangan tempat tinggal, kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan penting bagi warga untuk kembali menata kehidupan.

 

(Red_FRT)

JejakPeristiwa.Online — Aktual, Faktual, dan Terpercaya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *