Isu Mengenai Pungli Smk Negeri 2 Bitung Mendapat Tanggapan Dari Ketua Gann Kota Bitung.

Kota Bitung,Jejakperistiwa.online –Menjelang penamatan siswa kelas Xll SMKN 2 Bitung yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Selasa 7/5/2024 beredar isu di media sosial Facebook adanya pungutan yang dilakukan pihak komite sekolah, yang mana dalam isu yang beredar tersebut menyampaikan para siswa/i tidak bisa mengikuti penamatan jika belum melunasi, mengingat iuran tersebut bersifat sukarela, hingga meminta APH untuk menulusuri pungutan tersebut.

 

Bacaan Lainnya

Sehingga dalam hal ini beberapa awak media mendatangi SMKN 2 Bitung pada hari Senin 6/5/2024 guna menanyakan isu yang beredar tersebut kepada kepala SMKN 2 Bitung.

Dalam penyampaiannya kepada beberapa awak media terkait hal tersebut kepala SMKN 2 Bitung Meryati Taengetan, S.Pd didampingi ketua panitia penamatan menuturkan informasi yang beredar tersebut tidak benar adanya,

Sehingga dalam hal ini saya selaku kepala sekolah akan meluruskan adanya informasi tersebut, yang mana kami dari pihak sekolah tidak pernah menyampaikan hal seperti itu, karena dalam hal ini sebelumnya telah kami rapatkan bersama orang tua siswa dan komite sekolah, dalam kegiatan penamatan tersebut.

Memang benar kami dari pihak sekolah lewat komite sekolah memintakan iuran dari para orang tua siswa untuk pelaksanaan kegiatan penamatan tersebut, dan ini disetujui oleh para orang tua siswa dalam rapat orang tua siswa bersama komite sekolah dan telah saya sampaikan juga kepada para orang tua siswa untuk tidak memaksakan dalam memberikan sumbangsinya dalam pelaksanaan penamatan tersebut.

Karena penamatan ini dilaksanakan atas kerja sama para orang tua siswa melalui rapat bersama orang tua siswa dan komite sekolah untuk melaksanakan acara penamatan tersebut.

Jikapun tidak ada kesepakatan melalui rapat tersebut kami dari pihak sekolah tentunya tidak akan melaksanakan kegiatan ini kata Meryati.

Menjawab dari apa yang beredar di media sosial Meryati menambahkan kami dari pihak sekolah tidak pernah mengatakan hal itu, malah dalam hal ini sudah saya sampaikan sebelumnya kepada pihak panitia apabila dari para siswa belum bisa membayar atau menyelesaikan iuran tersebut tidak apa-apa, dan biarkan anak-anak mengikuti acara penamatan tersebut,dan kami tidak menekan mereka para siswa untuk melakukan pelunasan dana BPP sehingga kami tetap memberikan kesempatan hingga mereka bisa membayaran secara menyicil,

Dana BPP ini diolah oleh komite sekolah dan telah disepakati bersama dalam rapat orang tua siswa bersama komite sekolah sejak bulan Januari 2023-2024 dan telah beberapa kali di rapatkan, itupun tertera dalam berita acara agenda rapat yang di laksanakan di sekolah ini tutur Meryati Taengetan seraya menjelaskan kepada awak media.

Damal kesepakatan itupun masih banyak siswa yang belum membayar, sehingga terkumpul dan sulit untuk di bayarkan karena sudah terkumpul dari bulan ke bulan sehingga sulit untuk di selesaikan, bahkan ada yang dari kelas X sampe kelas Xll tidak pernah membayar sama sekali sehingga sulit untuk menyelesaikan pembayaran tersebut yang telah di sepakati bersama oleh orang tua siswa dalam rapat  bersama pihak komite sekolah tersebut.

Nah apakah ini masuk dalam kategori penekanan atau pemaksaan dan bisa di katakan pungli,,??

Toh saya juga telah menyampaikan bagi para siswa yang belum menyelesaikan iuran tersebut tidak apa-apa, jikapun ada yang mau memberikan sesuai kemampuannya saat ini juga tidak apa-apa seperti yang telah saya sampaikan ke pihak panitia pelaksana kegiatan penamatan agar bisa di terima saja berapapun yang diberikan oleh para siswa dan biarkan para siswa/i tetap mengikuti  acara penamatan tersebut karena ini adalah momen bagi mereka para siswa/i kita SMKN 2 Bitung.

Di sisi lain dalam menyikapi hal ini Ketua DPC Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Kota Bitung Hais Eki saat di konfirmasi angkat bicara,

Saya melihat dalam hal ini sah-sah saja tidak ada yang salah dari apa yang di lakukan oleh pihak sekolah, sebab kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama dalam rapat orang tua siswa bersama komite sekolah, jadi dimana dasar punglinya,

Tentunya jika pelaksanaan kegiatan ini tidak ada kesepakatan bersama tidak mungkin pihak sekolah akan melaksanakan kegiatan seperti itu, apalagi yang berkaitan dengan penamatan siswa, tentunya semua memerlukan dukungan dari pihak orang tua siswa itu sendiri  untuk mengsukseskan kegiatan itu,sebab kegiatan seperti itu tidak mungkin dana kegiatan harus di ambil dari dana BOS sekolah, itu namanya tabrak aturan kata Hais Eki,

Dalam hal ini saya selaku Ketua DPC GANN Kota Bitung berharap apa bila yang telah menulis di medsos bahwa adanya pungli yang terjadi di SMKN 2 itu harus di buktikan, dan jikalau benar ada buktinya silahkan di laporkan ke pihak berwajib, dan biarkan nanti pihak APH yang akan melakukan investigasi atau membuktikan benar tidaknya isu yang ada di medsos tersebut tutur ketua DPC GANN Kota Bitung ini.

oppo_0

Terpisah, salah satu orang tua Murid Susilawati menyampaikan bahwa, kami merasa bangga adanya kegiatan penamatan yang di lakukan Pihak sekolah apalagi terkait isu yang berada di medsos itu tidak benar dan kami selaku orang tua murid merasakan sepakat adanya kegiatan penamatan untuk kelas Xll, karena kami sebelum lakukan penamatan seperti ini maka itu dari kami selaku orang tua mengikuti rapat selama tiga kali berturut-turut selama 2 bulan  yaitu di bulan Januari – Februari,” Katanya.

 

Semonga adanya kepimpinan ibu kepala sekolah Meryati Taengetan, S.Pd bisa menjadi kenangan buat anak-anak kami dan  apalagi dengan adanya kegiatan penamatan pada besok hari itu sangat berharga di kalangan umum untuk melihat kesuksesan anak-anak kami selama di bangku SMK selama tiga tahun.

 

Dan kegiatan penamatan pada besok hari itu bukan kegiatan sehari-hari, per-bulannya malahan kegiatan penamatan hanya setahun sekali untuk bagi kelas Xll,” Harap Susilawati.

 

Namun selaku orang tua Murid mengucapkan banyak terima kasih yang mana sudah mendidik anak-anak kami di SMK Negeri 2 bitung selama tiga tahun, maka itu apa yang ibu kepala sekolah lakukan maupun guru-guru SMK negeri 2 dengan baik bagi anak-anak, Semonga tuhan yang akan membalas kebaikan ibu kepala sekolah dan guru-guru.

 

Serta kami selaku orang tua murid meminta maaf  sebesar-besarnya kepada ibu kepala sekolah dan guru-guru apabila anak-anak kami ada kesalahan secara sengaja atau tidak sengaja, maka di maafkan sebelum berpisah di SMK negeri 2 bitung, karena Setiap manusia itu tidak ada yang sempurna selain tuhan yang maha kuasa yang maha adil.” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *