KERAS! Pendekar Banten Metro Sentil Pemkot: Jangan Diam Saat Budaya Silat dan Debus Terancam Hilang

Metro  —  Pendekar Banten Metro, H. Tb Ismail Saleh, SH, melontarkan kritik terbuka kepada Pemerintah Kota Metro yang dinilai belum serius dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya, khususnya silat dan debus Surosowan.

Dengan sikap tegas, ia menilai kondisi saat ini bukan lagi sekadar kekurangan perhatian, tetapi sudah mengarah pada pembiaran yang berpotensi mematikan budaya secara perlahan.

“Jangan hanya diam dan menunggu. Kalau semua hanya berharap tanpa bergerak, budaya ini akan hilang dengan sendirinya,” tegasnya.

 

Ia juga mengajak seluruh anggota dan komunitas Pendekar Banten di Kota Metro untuk tetap solid dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah.

Menurutnya, semangat pelestarian budaya justru tumbuh pesat di berbagai daerah di Provinsi Lampung. Organisasi silat dan debus telah terbentuk hampir di seluruh kabupaten, menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat masih kuat.

Namun, ironi justru terlihat di Kota Metro.

Sebagai pusat aktivitas komunitas, Metro dinilai belum menunjukkan dukungan nyata. Minimnya perhatian pemerintah memunculkan pertanyaan serius tentang komitmen dalam menjaga identitas budaya daerah.

“Jangan hanya hadir saat acara seremonial. Setelah itu hilang. Budaya ini bukan pajangan, ini jati diri,” ujarnya tajam.

 

Ia menegaskan bahwa silat dan debus bukan sekadar pertunjukan, tetapi mengandung nilai spiritual, keberanian, dan karakter bangsa yang harus diwariskan.

H. Tb Ismail Saleh mendesak Pemkot Metro untuk segera bertindak konkret—mulai dari pembinaan, dukungan anggaran, hingga pengakuan resmi terhadap komunitas pelestari budaya.

“Kalau pemerintah terus diam, maka ini bukan lagi soal lalai, tapi sengaja membiarkan. Dan itu berbahaya,” pungkasnya.

 

Pesan itu jelas: budaya tidak akan bertahan dengan janji, tetapi dengan keberanian untuk bertindak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *