Momentum HUT RI Sekda Ir.H.Ardimartha Ajak : Mari Sama-sama Kita Menjaga Dan Merawat Kemerdekaan

Ket foto : foto direkam awak media ini,Senin (21/08) diruang kerjanya.

 

Bacaan Lainnya

 

Nagan Raya,Aceh|Jejakperistiwa.online – Momentum HUT RI Mari Kita bersama-sama Menjaga dan Merawat Kemerdekaan yang dimana tema HUT RI ke 78 Tahun ini,Terus melaju untuk Indonesia Maju,pasalnya Kemerdekan Republik Indonesia yang kita cintai ini Bukan Hadiah Dari Kolonial tapi hasil perjuangan Anak Bangsa,dengan mengorbankan jiwa dan raganya,hal ini disampaikan Sekda Nagan Raya Ir.H.Ardimartha saat ditemui awak media ini diruang kerjanya,Senin (21/08/2023).

Proklamasi Kemerdekaan bukan sebagai sebuah hadiah negara penjajah, melainkan perjuangan yang melelahkan yang diperjuangkan para leluhur pahlawan kusuma bangsa. Perjuangan ratusan tahun, nyawa dan tetesan darah, keringat telah mengalir untuk kemerdekaan, banyak Ibu-ibu kehilangan suami, anak-anak kehilangan orang tua, orang tua kehilangan anak-anak, suasana kehidupan yang penuh bunyi meriam, menakutkan, mencekam. Perjuangan tidak mengenal lelah,  akhirnya proklamasi kemerdekaan Indonesia diikrarkan sebagai pemberitahuan bahwa negara Indonesia  merdeka, menemukan jati diri sebagai sebuah bangsa, negara yang berdaulat, berakhirnya masa yang suram, berakhir  kedudukan penjajah di bumi nusantara, serta dimulainya sejarah awal kemerdekaan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, sejarah ini penting bagi generasi penerus agar tidak melupakan sejarah bangsa ini”ujar H. Ardi.

Sambungnya,”Proklamasi kemerdekaan merupakan penghapusan hukum kolonial dan diganti dengan hukum nasional Indonesia berdasarkan Pancasila”.terangnya.

Ket foto : foto Sekda Ir.H.Ardimartha saat dimintai keteranganya,Senin (21/08/2023)

Bahkan menurutnya,Dari aspek sosiologis, proklamasi kemerdekaan merubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bebas dari penjajahan. Semangat jiwa bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan, terbuka untuk mulai membangun bangsa dan negara yang sudah lama hancur akibat kedudukan para penjajah. Bersuku-suku, berbangsa-bangsa tapi tetap satu kesatuan, bhinneka tunggal ika semboyan paripurna, mempertemukan keragaman suku, agama, ras, etnis, serta budaya.jelasnya.

Diakhir perbincangan tersebut dianya,Mengajak agar paham nilai-nilai kemerdekaan, agar jiwa nasionalisme, kebangsaan terpelihara dengan baik, tidak mudah terpengaruh dengan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Semangat kemerdekaan harus terus berkobar dalam jiwa kita, sebagai perwujudan dari hormat kepada pahlawan kusuma bangsa. Selamat Dirgahayu RI 78 tahun terus melaju untuk Indonesia Maju.pungkas Sekda Ardhimartha tersebut.

 

Responden : Muhammad Adhar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *