Lampung Tengah — Keprihatinan mendalam disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Toni Sastra Jaya, menyusul banyaknya keluhan wali murid Sekolah Dasar di seputaran Kelurahan Adipuro terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa pada Senin, 23 Februari 2026.

Melalui pesan WhatsApp kepada media, Toni Sastra Jaya mengungkapkan bahwa para orang tua murid mengaku terkejut saat melihat isi paket makanan yang dibawa pulang anak-anak mereka. Menu yang diterima hanya terdiri dari dua butir kurma, satu buah jeruk, satu bungkus kacang, dan satu bungkus kecil abon.
“Mereka kaget saat membuka paket yang dibawa anaknya. Isinya hanya dua kurma, satu jeruk, kacang, dan abon kecil. Ini yang dipertanyakan, apakah ini sudah sesuai standar gizi dan anggaran?” tegasnya. Selasa pagi, 24/02/2026.
Menurut Toni, masyarakat sama sekali tidak menolak program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Bahkan, kata dia, rakyat menyambut baik niat dan tujuan mulia dari program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah.
“Rakyat mendukung penuh program ini karena niatnya sangat baik, demi generasi penerus bangsa. Tapi pelaksanaannya harus sesuai aturan dan standarisasi yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Jangan sampai program yang mulia ini justru menjadi ajang perampokan uang negara,” ujarnya tajam.
Ia menegaskan, wali murid memprotes keras karena menu yang diterima dinilai jauh dari kata layak dan tidak mencerminkan makanan bergizi sebagaimana yang diharapkan. Terlebih, anggaran yang ditetapkan pemerintah disebut mencapai Rp15 ribu per porsi. Para orang tua pun mempertanyakan kesesuaian antara nilai anggaran dengan makanan yang diterima anak-anak mereka.
“Kalau memang anggarannya Rp15 ribu per porsi, masyarakat berhak tahu dan berhak mempertanyakan. Jangan sampai ada yang bermain-main di balik program ini,” lanjutnya.
Toni Sastra Jaya meminta seluruh pihak yang berkompeten dalam pelaksanaan program MBG, khususnya yang menyalurkan di wilayah SD Kelurahan Adipuro, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia bahkan meminta agar diberikan teguran keras dan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.
“Kalau memang tidak sesuai standar, tegur dan beri sanksi tegas. Bila perlu tutup dapurnya. Jangan korbankan hak anak-anak kita,” katanya dengan nada geram.
Ia juga mengimbau para wali murid untuk tidak takut bersuara jika menemukan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Jangan takut untuk bersuara. Ini menyangkut hak anak-anak kita dan masa depan mereka. Pengawasan masyarakat sangat penting agar program ini berjalan bersih dan tepat sasaran,” pungkasnya.







