Di Hari Ibu, Saatnya Anak Kembali Belajar Adab dan Menghormati Orang Tua

Bandar Lampung — Hari Ibu bukan sekadar tentang bunga, hadiah, atau unggahan manis di media sosial. Lebih dari itu, Hari Ibu menjadi pengingat bahwa sehebat apa pun seorang anak, ia tetap lahir dari doa, air mata, dan perjuangan seorang ibu yang tak pernah meminta balasan.

Di tengah zaman yang semakin keras dan serba cepat, nilai sopan santun kepada orang tua dan kepada yang lebih tua perlahan mulai memudar. Banyak anak yang mulai berani membentak, melawan, bahkan melupakan jasa orang tua saat sudah merasa dewasa dan mampu berdiri sendiri. Padahal, ridho orang tua adalah jalan keberkahan hidup.

Hari Ibu yang diperingati banyak masyarakat pada Minggu, 10 Mei 2026 ini menjadi momentum untuk kembali menanamkan adab dalam keluarga. Sebab anak yang besar bukan hanya yang tinggi pendidikan atau jabatan, tetapi yang tetap menundukkan kepala di hadapan ibunya, menjaga tutur kata kepada ayahnya, serta menghormati orang-orang yang lebih tua.

Tak sedikit ibu yang diam-diam menangis karena sikap anaknya berubah setelah sukses. Ada pula orang tua yang hanya berharap satu hal sederhana: disapa dengan lembut, didengar nasihatnya, dan tidak dilupakan saat usia mulai renta.

“Surga ada di telapak kaki ibu” bukan sekadar kalimat, tetapi pengingat bahwa keberhasilan hidup tidak akan berarti jika hati orang tua terluka.

 

Di Hari Ibu ini, masyarakat diajak untuk kembali membiasakan budaya sopan santun, menghargai orang tua, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Mengucapkan terima kasih kepada ibu, mencium tangan orang tua, menyempatkan pulang, atau sekadar menanyakan kabar bisa menjadi kebahagiaan terbesar bagi mereka.

Bagi yang orang tuanya masih ada, peluklah selagi sempat. Dengarkan nasihatnya sebelum penyesalan datang terlambat. Dan bagi mereka yang orang tuanya telah tiada, kirimkan doa terbaik, karena kasih sayang seorang ibu tidak pernah benar-benar pergi.

Hari Ibu bukan hanya tentang merayakan sosok perempuan, tetapi juga tentang mengingatkan anak-anak agar tetap punya hati, adab dan rasa hormat kepada orang tua maupun kepada siapa saja yang lebih tua dari dirinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *