
Bitung-JejakPeristiwa.Online– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Pengemudi dan Pemilik Dump Truck (P3DT) secara resmi menerbitkan maklumat yang berisi seruan kepada pemerintah, PT Pertamina, BPH Migas, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar segera membenahi sistem distribusi BBM Solar Subsidi. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi para sopir dump truck yang mengaku harus mengantre berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari, untuk mendapatkan solar subsidi di SPBU.
Dalam maklumat bertajuk “Solar Subsidi untuk Rakyat Pekerja, Bukan untuk Dipersulit”, P3DT menyampaikan bahwa antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU telah berdampak langsung terhadap operasional angkutan material dan perekonomian para pengemudi.
Menurut P3DT, waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja dan mengangkut material justru habis di antrean BBM. Akibatnya, banyak sopir kehilangan pendapatan, biaya operasional meningkat, jadwal pengiriman material terlambat, hingga mengganggu aktivitas pembangunan di berbagai daerah.

“Kami tidak meminta keistimewaan. Kami hanya meminta keadilan. Kami ingin bekerja, bukan mengantre berhari-hari hanya untuk mendapatkan Solar Subsidi,” demikian salah satu pernyataan yang disampaikan dalam maklumat tersebut.
P3DT menilai dump truck merupakan kendaraan operasional yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, sektor konstruksi, distribusi material, serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya. Oleh sebab itu, ketersediaan BBM menjadi faktor penting agar roda pembangunan dapat terus berjalan.
Melalui maklumat tersebut, DPP P3DT menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait, di antaranya meminta adanya kepastian ketersediaan Solar Subsidi bagi kendaraan yang berhak sesuai ketentuan, evaluasi terhadap sistem distribusi dan pengawasan penyaluran BBM subsidi, penambahan kuota di wilayah yang memiliki kebutuhan tinggi, serta peningkatan pelayanan di SPBU agar lebih tertib, transparan, dan berkeadilan.

Selain itu, organisasi juga mengajak seluruh anggotanya untuk tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, menjaga ketertiban, dan menyampaikan aspirasi secara damai serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
P3DT menegaskan bahwa apabila dalam waktu yang wajar belum terdapat langkah konkret untuk memperbaiki kondisi tersebut, organisasi akan mengonsolidasikan jajaran pengurus dan anggotanya di berbagai daerah guna menyampaikan aspirasi secara terbuka, damai, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Di akhir maklumatnya, P3DT menekankan bahwa perjuangan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pengemudi dan pemilik dump truck, melainkan juga demi menjaga kelancaran distribusi material dan mendukung keberlangsungan pembangunan nasional.
“Jika roda dump truck berhenti karena sulit mendapatkan solar, maka roda pembangunan pun ikut melambat.”
Maklumat ini diharapkan menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan sehingga persoalan antrean Solar Subsidi dapat segera ditangani melalui solusi yang tepat, adil, dan berkelanjutan, tanpa mengurangi komitmen pemerintah dalam memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
_Red_FRT_



