SAMPANG,jejakperistiwa.online-Sejumlah truk dam yang mengangkut batu dan makadam untuk kebutuhan bangunan gedung rumah dan pekerjaan proyek dikeluhkan warga.Sebab,tidak memasang penutup pada bagian bak.Sehingga,banyak krikil dan debu yang berjatuhan dibadan jalan dan debu berterbangan,yang berpotensi mengganggu bahkan membahayakan pengguna jalan.Selasa,30/06/2026.
Hadi,salah satu pengendara mobil mengatakan,truk dam bermuatan batu sama makadam tersebut,keluar dari arah Utara dari dusun dharma camplong sangat meresahkan pengguna jalan.Khususnya pengendara yang melintas di Jalan Raya Dharma Camplong hingga ke jalan poros Daerah Kabupaten Sampang.
“Saya melihat sendiri dan memfoto saat satu truk dam itu melintas.Muatan batunya melebihi bak truk,itu pun tidak pakai penutup terpal.Itu kan bahaya bagi pengendara lain,”kata Hadi pengguna jalan.
Dikatakan,pengendara motor yang ada di belakang truk juga tidak henti-henti melindungi mata dari banyaknya debu yang berterbangan.Apalagi truk tambang tersebut cukup kencang saat melaju.
“Kalau kena jalan aspal berlubang,kerikilnya jatuh.Otomatis pengemudi di belakangnya terdampak,”ungkap Hadi.
Pria asal tambelangan itu berharap,agar pihak terkait melakukan teguran terhadap aktivitas truk maupun pekerja tambang batu dan makadam.Sebab,jika dibiarkan dikhawatirkan memakan korban.
“Mungkin yang punya wewenang bagian lantas,itu harus ditegur.Bagian tambang juga harus ditegur karena membiarkan sopir angkut batu dan makadam tanpa penutup terpal.Biasanya dalam tambang ada bagian keamanannya juga,”cetus Hadi.
Padahal dalam undang-undang nomor 14 tahun 1992 tentang lalu lintas.Kalau tonasenya melebihi batas,terus bak truk di model lebih tinggi atau lebih besar pasti kena sanksi.
Hingga berita ini di turunkan,pihak terkait pemilik galian C belum dapet dikonfirmasi dan tidak ada jawaban ketika di hubungi lewat WhatsApp oleh pihak tim awak media.
(Ysf)


