KOTA METRO – Perjuangan para guru honorer yang dirumahkan di Kota Metro terus berlanjut. Setelah sebelumnya mendapat pendampingan dari Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI), kini mereka juga didampingi anggota DPRD Kota Metro, Abdul Haq, saat mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Senin (03/08/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.
Kedatangan para guru honorer tersebut bertujuan mencari keadilan sekaligus meminta kepastian penyelesaian atas persoalan yang hingga kini belum menemukan titik terang. Mereka berharap Wali Kota Metro atau Sekretaris Daerah (Sekda) bersedia menerima audiensi untuk mendengarkan langsung aspirasi yang mereka sampaikan.
Hingga berita ini diturunkan, rombongan guru honorer bersama Abdul Haq dan perwakilan IPLI masih tertahan di pintu gerbang Kantor Pemkot Metro. Mereka belum diperkenankan masuk dan memilih tetap bertahan sambil menyampaikan orasi secara bergantian. Dalam orasi tersebut, para guru meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap nasib mereka serta segera membuka ruang dialog dengan Wali Kota maupun Sekda.
Abdul Haq menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan mencari solusi dan titik temu melalui jalur yang baik. Menurutnya, pemerintah daerah harus menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan persoalan guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan.
Situasi di pintu gerbang Pemkot Metro pun menjadi perhatian masyarakat. Massa menunggu kepastian apakah Wali Kota atau Sekda akan menerima audiensi tersebut. Apabila tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah, dikhawatirkan kekecewaan para guru honorer akan semakin meningkat karena hingga kini mereka masih menunggu kepastian atas status dan masa depan mereka.
Perkembangan audiensi ini masih terus dipantau, sementara publik menantikan sikap resmi Pemerintah Kota Metro dalam merespons tuntutan para guru honorer yang mencari keadilan dan kepastian hukum atas kebijakan yang berdampak pada nasib mereka.








