PILKAKAM TRIMURJO MULAI MEMANAS! Kapolsek Tegaskan Tahapan Harus Sesuai Aturan, Jujur dan Adil

                                Foto: ilustrasi

LAMPUNG TENGAH  —  Suhu politik tingkat kampung di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, mulai meningkat. Menjelang Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2026, persaingan antarbakal calon, tim sukses dan pendukung mulai terasa di tengah masyarakat.

Di Kampung Purwoadi, kontestasi diikuti dua bakal calon, yakni Edi Sanepo selaku petahana (incumbent) dan Subani. Sementara di Kampung Noto Harjo, persaingan berlangsung lebih ramai dengan empat bakal calon, yakni Bambang Sungkowo selaku petahana, serta Asmuni, Joko dan Tarmidi.

Memasuki tahapan Pilkakam, kepala kampung yang mengikuti kontestasi menjalani masa cuti. Untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, tugas sehari-hari pemerintahan kampung dilaksanakan oleh pelaksana tugas harian (Plh) sekretaris kampung masing-masing.

Di tengah meningkatnya aktivitas para tim sukses dan pendukung, suasana kompetisi mulai terasa semakin hangat. Perbedaan dukungan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun seluruh pihak diingatkan agar tidak membiarkan persaingan berkembang menjadi gesekan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolsek Trimurjo Kompol Admar, S.Pd., menegaskan pentingnya seluruh tahapan Pilkakam dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

Agar tahapan-tahapan pelaksanaan Pilkakam dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada sampai pada saat pelaksanaan pemilihan kepala kampung, agar dilaksanakan secara jujur dan adil,” ujar Kapolsek Trimurjo Kompol Admar, S.Pd., Jumat (18/09/2026).

 

Himbauan Kamtibmas tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh calon, panitia, tim sukses, simpatisan dan masyarakat. Pilkakam bukan sekadar perebutan jabatan kepala kampung, melainkan proses demokrasi yang harus dijalankan dengan menjunjung aturan serta memberikan ruang yang adil bagi seluruh peserta.

Polsek Trimurjo juga berharap seluruh pihak mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap persoalan yang muncul selama tahapan Pilkakam hendaknya diselesaikan melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Jangan sampai perbedaan pilihan memutus persaudaraan. Jangan sampai ambisi memenangkan kontestasi justru mengorbankan ketenteraman masyarakat.

Para calon dan tim pendukung diharapkan mampu memberikan contoh demokrasi yang dewasa. Menang harus tetap menghormati lawan, sementara pihak yang belum mendapatkan amanah masyarakat juga harus siap menerima hasil sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan semakin dekatnya hari pemungutan suara, seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut menjaga situasi Kamtibmas. Pilkakam harus menjadi pesta demokrasi yang jujur, adil, aman dan bermartabat, bukan arena permusuhan.

Pada akhirnya, siapa pun yang mendapatkan kepercayaan masyarakat, seluruh pihak diharapkan kembali bersatu untuk membangun kampung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *