JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi memimpin langsung upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) Perwira Tinggi (Pati) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Dalam upacara tersebut, sebanyak 50 Pati Polri dan empat PNS Polri resmi menerima kenaikan pangkat. Momentum tersebut menjadi bagian dari pembinaan karier sekaligus bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel dalam menjalankan tugas kepolisian.
Dari 50 Pati Polri yang memperoleh kenaikan pangkat, satu personel naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.), 15 personel menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), dan 34 personel menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).
Salah satu Pati yang mendapat kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol. adalah Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., yang menjabat sebagai Astamaops Kapolri.
Sementara itu, sejumlah Pati Polri yang naik pangkat menjadi Irjen Pol. antara lain Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. selaku Kadivhubinter Polri, Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. selaku Kapolda Sulawesi Utara, serta Dr. Wawan Muliawan, S.H., S.I.K., M.H. selaku Wakabaintelkam Polri.
Kenaikan pangkat juga diberikan kepada 34 Pati Polri menjadi Brigjen Pol., di antaranya Dally Achmad Mutiara, S.I.K., Zefanja Honpry Dapas, S.I.K., M.Si., dan Dr. Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H.
Tak hanya jajaran perwira tinggi, Korprapot juga mencakup kenaikan pangkat bagi empat PNS Polri, terdiri atas tiga PNS menjadi Pembina Utama dan satu PNS menjadi Pembina Utama Madya.
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas perjalanan karier personel, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan sekaligus amanah yang harus dijawab dengan peningkatan tanggung jawab.
“Setiap kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel. Namun, di balik kenaikan pangkat tersebut terdapat amanah dan tanggung jawab yang semakin besar untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, bangsa, dan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Menurutnya, kenaikan pangkat merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus wujud kepercayaan organisasi kepada mereka yang dinilai memiliki dedikasi dalam menjalankan tugas.
Karena itu, para personel yang menerima kenaikan pangkat diharapkan tidak berhenti pada pencapaian karier, tetapi mampu menerjemahkan kepercayaan tersebut melalui peningkatan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, kenaikan pangkat ini tidak hanya menjadi pencapaian secara pribadi, tetapi juga menjadi energi baru untuk terus berkarya, memberikan kontribusi positif, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan humanis,” tutupnya.







