Tujuh Hari Kepergian Hermansyah, Yasin dan Tahlil Mengalir dalam Doa

METRO — Tujuh hari telah berlalu sejak Hermansyah TR bin A. Syaripudin, TR berpulang ke hadirat Allah SWT. Namun, kepergiannya masih meninggalkan ruang rindu dan duka yang begitu dalam bagi keluarga, sahabat, rekan organisasi, serta orang-orang yang pernah mengenal sosok almarhum.

Pada Kamis malam, 8 Oktober 2026, keluarga besar almarhum menggelar tahlilan dan pembacaan Surat Yasin hari ketujuh di kediaman keluarga di wilayah Metro Pusat, Kota Metro. Suasana berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri keluarga, tetangga, kerabat, serta jajaran Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI).

Malam itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, tahmid, istighfar dan doa bersama seakan menjadi ungkapan kerinduan kepada seseorang yang telah lebih dahulu menghadap Sang Pencipta.

Di antara para pelayat yang hadir, Dwi Hartoyo turut mengikuti rangkaian tahlilan dengan khusyuk. Dalam suasana penuh keheningan dan kekhidmatan, Dwi Hartoyo memanjatkan doa agar almarhum Hermansyah mendapatkan ampunan, rahmat dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Tidak hanya untuk almarhum, doa juga dipanjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan istri, anak-anak, cucu, serta seluruh keluarga besar Hermansyah agar senantiasa diberikan kekuatan iman, kesabaran, kesehatan dan keteguhan hati dalam menjalani kehidupan setelah kepergian orang yang mereka cintai.

Sebab, kehilangan bukan sekadar tentang seseorang yang tidak lagi berada di sisi kita. Kehilangan adalah perjalanan panjang untuk belajar menerima bahwa setiap yang hidup pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Acara yang dimulai selepas salat Isya tersebut diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin ustaz setempat, kemudian dilanjutkan dengan tahlil, tahmid, istighfar dan doa bersama untuk almarhum.

Dedi Cahyadi, Sekretaris IPLI, mewakili keluarga, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga, kerabat dan sahabat yang sejak hari pertama hingga hari ketujuh terus hadir memberikan doa dan dukungan kepada keluarga.

“Kami jajaran pengurus dan sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah hadir mendoakan almarhum Hermansyah dari hari pertama hingga hari ketujuh. Semoga bacaan Yasin dan tahlil malam ini menjadi hadiah pahala dan penerang bagi beliau,” ujar Dedi.

 

Malam tahlilan itu bukan sekadar sebuah tradisi berkumpul. Bagi keluarga, ini menjadi momentum untuk kembali mengingat kebaikan almarhum, memanjatkan doa dan menguatkan hati untuk menerima ketetapan Allah SWT.

Dalam sambutan singkatnya, tokoh agama setempat mengingatkan pentingnya memperbanyak doa dan amal kebaikan bagi orang yang telah meninggal dunia.

Pesan yang paling dalam dari malam itu barangkali sederhana: ketika seseorang telah pergi, yang masih dapat kita kirimkan adalah doa.

Doa dari seorang anak untuk ayahnya.
Doa seorang istri untuk suaminya.
Doa seorang sahabat untuk sahabatnya.
Doa keluarga untuk orang yang mereka cintai.
Dan doa dari siapa pun yang pernah mengenal serta menyimpan kebaikan tentang almarhum.

Karena itu, di penghujung tahlilan, mari sejenak menundukkan hati dan bersama-sama mendoakan Hermansyah TR bin Ahmad Syaripudin, TR.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, rahmatilah dirinya, berikan keselamatan dan maafkan segala kekhilafannya. Lapangkanlah kuburnya, terangi alam barzakhnya, terimalah seluruh amal ibadah dan kebaikannya, serta tempatkanlah ia di tempat terbaik di sisi-Mu.

Dan untuk istri, anak-anak, cucu, serta seluruh keluarga besar almarhum Hermansyah, semoga Allah SWT memberikan kekuatan iman, kesabaran, keikhlasan dan keteguhan hati dalam menjalani hari-hari tanpa sosok yang mereka cintai.

Semoga setiap air mata menjadi doa, setiap kerinduan menjadi amal, dan setiap kenangan tentang kebaikan almarhum menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbuat baik selama masih diberikan kesempatan hidup.

Selamat jalan, Hermansyah.

Tujuh hari telah berlalu, tetapi doa dan kenangan tentangmu akan terus mengalir. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafanmu, menerima amal ibadahmu, melapangkan tempat peristirahatanmu, dan mempertemukan kembali dengan keluarga tercinta di dalam surga-Nya.

Al-Fatihah……….

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *