Wisnu Wardana di Balik Service Excellent BRI–Bapenda, Pelayanan Pajak Diuji: Sekadar Pelatihan atau Benar-Benar Berubah?

 

TULANG BAWANG — Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, mudah dan transparan, Kepala Cabang BRI Unit 2 Tulang Bawang, Wisnu Wardana, mengambil bagian dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui kegiatan Service Excellent Training bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mesuji, Kamis, 8 Oktober 2026.

 

Mengusung tema “Bersama Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpajakan”, kegiatan tersebut sekilas tampak sebagai agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Namun jika ditarik lebih jauh, program ini menyentuh persoalan yang jauh lebih penting: seberapa serius pelayanan perpajakan benar-benar dibenahi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat?

 

Wisnu Wardana menjadi figur penting dalam agenda tersebut. Sebab, pelayanan perbankan yang bersinggungan dengan transaksi perpajakan bukan hanya berbicara tentang kecepatan melayani, tetapi juga menyangkut ketepatan informasi, keramahan petugas, kepastian proses, transparansi dan rasa aman masyarakat.

 

Di sinilah slogan Service Excellent seharusnya diuji.

Pelatihan tentu merupakan langkah awal. Tetapi masyarakat tidak membutuhkan sekadar pelatihan yang berakhir dengan dokumentasi dan sertifikat. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang benar-benar berubah ketika mereka datang ke loket.

 

Apakah antrean menjadi lebih tertib?

Apakah informasi perpajakan semakin mudah dipahami?

Apakah petugas mampu memberikan penjelasan secara cepat dan tepat?

Apakah masyarakat tidak lagi dibuat bolak-balik karena informasi yang berbeda?

Dan yang paling penting, apakah pelayanan benar-benar dilakukan dengan semangat “Dengan Setulus Hati”?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa Service Excellent bukan sekadar jargon.

 

Wisnu Wardana dan jajaran BRI Unit 2 Tulang Bawang kini berada pada tahap pembuktian. Pelatihan yang digelar bersama Bapenda Kabupaten Mesuji harus mampu diterjemahkan menjadi standar pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Sebab dalam pelayanan publik, keberhasilan bukan diukur dari seberapa meriah sebuah kegiatan dilaksanakan, melainkan dari seberapa besar masyarakat merasakan perubahan setelah kegiatan tersebut dilakukan.

 

Kolaborasi BRI dan Bapenda Kabupaten Mesuji patut diapresiasi sebagai langkah membangun pelayanan perpajakan yang lebih profesional. Namun apresiasi tersebut tetap harus dibarengi dengan kontrol publik.

 

Jangan sampai Service Excellent hanya menjadi kegiatan sesaat, sementara persoalan pelayanan di lapangan kembali berjalan seperti sebelumnya.

 

Justru setelah pelatihan inilah publik berhak melihat hasilnya.

 

Wisnu Wardana telah membuka langkah melalui peningkatan kapasitas pelayanan. Kini masyarakat menunggu pembuktian: apakah semangat “Dengan Setulus Hati” benar-benar hadir di balik meja pelayanan, atau hanya berhenti sebagai tulisan dalam sebuah kegiatan?

 

Waktu dan pengalaman masyarakat yang akan menjadi saksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *