Dua Kali Belum Berhasil, Asmuni Kembali Berjuang Mengabdi: Nomor 3, Membawa Harapan Notoharjo MAKMUR

 

LAMPUNG TENGAH — Perjalanan menuju pengabdian tidak selalu berjalan mulus. Ada perjuangan yang membutuhkan kesabaran, ada harapan yang harus diperjuangkan berulang kali, dan ada tekad yang tetap bertahan meski hasil belum berpihak. Itulah gambaran perjalanan Asmuni, calon Kepala Kampung Notoharjo Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah, yang kembali maju dalam Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serentak 2026 dengan nomor urut 3. Minggu (11/10/2026).

Menurut seorang sumber yang mengenal Asmuni dalam kehidupan sehari-hari, pencalonan kali ini bukanlah langkah pertamanya. Ia telah dua kali mengikuti kontestasi pemilihan kepala kampung, tetapi belum berhasil meraih amanah masyarakat. Bahkan, pada salah satu pencalonannya, ia disebut hanya terpaut selisih suara tipis dari petahana.

Namun, pengalaman tersebut tidak serta-merta memadamkan semangatnya. Asmuni kembali hadir dengan harapan yang sama: mendapatkan kepercayaan masyarakat dan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengabdi bagi Kampung Notoharjo.

“Semangatnya untuk mengabdi kepada masyarakat cukup tinggi. Walaupun sudah dua kali mencalonkan diri dan belum berhasil, kali ini ia kembali maju. Bagi saya, itu menunjukkan bahwa ia masih memiliki keinginan untuk berjuang dan memberikan kontribusi bagi kampungnya,” ungkap sumber tersebut.

 

Bukan Sekadar Janji, Kedekatan dengan Warga Menjadi Sorotan

Bagi sebagian warga yang mengenalnya secara langsung, seorang calon pemimpin tidak cukup hanya pandai menyampaikan janji. Sikap dalam pergaulan, kepedulian ketika tetangga membutuhkan pertolongan, serta kesediaan mendengarkan persoalan masyarakat juga menjadi hal yang patut diperhatikan.

Sumber tersebut menuturkan bahwa Asmuni dikenal sebagai pribadi yang luwes dalam bergaul, mudah berbaur, dan memiliki solidaritas sosial yang dinilainya baik.

Menurutnya, karakter seseorang justru dapat dilihat dari keseharian, terutama ketika berhadapan dengan persoalan orang lain yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

“Sebagai orang yang bergaul sehari-hari dengannya, saya melihat Asmuni cukup mudah bergaul dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Harapan saya, apabila nanti masyarakat memberikan amanah kepadanya, sikap baik itu tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan dalam pelayanan kepada seluruh warga,” tuturnya.

 

Harapan serupa disampaikan seorang tokoh yang juga mengenal Asmuni. Ia menilai Asmuni memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang cekatan dalam membantu masyarakat dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.

“Ketika ada warga yang memiliki urusan dan meminta bantuan, menurut pengalaman saya, ia bersedia membantu mencarikan jalan penyelesaian. Harapan kami, jika kelak terpilih, ia mampu membawa sikap tersebut ke dalam pemerintahan kampung, sehingga masyarakat merasa didengar, diperhatikan, dan dilayani,” ujarnya.

 

Penilaian itu menjadi harapan para pendukungnya. Namun, kepemimpinan yang sesungguhnya tentu harus dibuktikan melalui tindakan nyata, keputusan yang adil, serta pelayanan yang tidak membeda-bedakan masyarakat.

Nomor Urut 3, Usung Visi MAKMUR untuk Notoharjo

Asmuni resmi menjadi salah satu kandidat Kepala Kampung Notoharjo dalam Pilkakam serentak 2026. Pengundian nomor urut dilaksanakan pada Jumat malam (9/10/2026) di sekretariat panitia pemilihan di wilayah 17 Polos, Kampung Notoharjo.

Dengan nomor urut 3, Asmuni memperkenalkan visi MAKMUR, yang merupakan singkatan dari Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius.

Visi tersebut menjadi arah yang ingin diperkenalkannya kepada masyarakat dalam mendorong pembangunan kampung, meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan, serta menjaga kerukunan dan kesejahteraan warga.

Mandiri berarti mendorong potensi lokal dan partisipasi masyarakat agar pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga bertumpu pada kekuatan gotong royong warga.

Aman dan kondusif mencerminkan harapan terhadap lingkungan kampung yang tenteram, harmonis, serta mendukung kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Sementara itu, maju dan unggul mengarah pada peningkatan kualitas pembangunan, pelayanan publik, serta pemanfaatan potensi kampung. Adapun nilai religius menjadi pengingat pentingnya menjaga akhlak, toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarwarga.

Visi tersebut tentu membutuhkan penjabaran dalam program kerja yang jelas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, masyarakat tidak hanya memerlukan slogan yang menarik, tetapi juga pelaksanaan program yang dapat dirasakan manfaatnya.

Masyarakat Membutuhkan Pemimpin yang Peka, Bukan Sekadar Hadir Saat Pemilihan

Kepala kampung memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat. Mulai dari pelayanan administrasi, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan warga, hingga perhatian terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan.

Karena itu, pemimpin yang diharapkan masyarakat bukan hanya sosok yang dikenal ramah dalam pergaulan, melainkan juga pribadi yang mampu menjaga amanah, terbuka terhadap kritik, transparan dalam pengelolaan anggaran, dan adil dalam mengambil keputusan.

Apabila memperoleh kepercayaan warga, Asmuni akan menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa kedekatan sosial yang selama ini diceritakan para pendukungnya dapat diwujudkan menjadi pelayanan pemerintahan yang nyata.

Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendukung dan warga yang memilih calon lain. Setelah pemilihan selesai, seluruh masyarakat tetap menjadi bagian yang harus diayomi dan dilayani.

Di sinilah makna pengabdian diuji: bukan hanya ketika dukungan mengalir, tetapi juga ketika seorang pemimpin harus mengambil keputusan demi kepentingan bersama.

 

Asmuni Memohon Doa dan Dukungan Masyarakat

Ditemui media ini, Asmuni menyampaikan permohonan doa dan dukungan kepada masyarakat Kampung Notoharjo. Ia berharap dapat memperoleh kesempatan untuk mengemban amanah dan berkontribusi bagi kemajuan kampung.

“Mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat Kampung Notoharjo. Saya maju sebagai calon Kepala Kampung Notoharjo nomor urut 3. Semoga diberikan jalan terbaik dan, apabila mendapat amanah dari masyarakat, saya dapat menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” ujar Asmuni dengan rendah hati.

 

Perjalanan Asmuni yang kembali mengikuti kontestasi setelah dua kali belum berhasil menjadi bagian dari kisah perjuangannya. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat yang memiliki hak menentukan pemimpin sesuai pertimbangan masing-masing.

Bagi warga Notoharjo, Pilkakam 2026 bukan sekadar memilih nomor urut, melainkan menentukan sosok yang dinilai mampu menjaga kepercayaan, mendengarkan keluhan, menyelesaikan persoalan, dan membawa kampung menuju kehidupan yang lebih baik.

Nomor urut 3 dan visi MAKMUR kini menjadi identitas pencalonan Asmuni. Selanjutnya, masyarakat dapat menilai rekam jejak, program, integritas, serta kesungguhannya dalam mengabdi.

Sebab, pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang meminta kepercayaan, melainkan mereka yang bersedia membuktikan bahwa kepercayaan tersebut layak diberikan.

Notoharjo membutuhkan pemimpin yang dekat dengan rakyat, peka terhadap kesulitan warga, dan sanggup mempertanggungjawabkan setiap amanah. Bagi Asmuni, kesempatan untuk memimpin bukan sekadar kemenangan dalam pemilihan, melainkan tanggung jawab besar untuk membuktikan arti pengabdian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *