Kota Metro — Ketua Pendekar Banten Kota Metro, H. Tb. Ismail S., S.H., menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi wahana Flying Fox di kawasan Wisata Sumbersari Bantul Kecamatan Metro Selatan Kota Metro, yang hingga kini terbengkalai dan tidak difungsikan. Proyek yang digadang-gadang menjadi ikon wisata tersebut justru berubah menjadi bangunan rusak tak terawat, memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Menurut H. Tb. Ismail, wahana Flying Fox itu dibangun pada rentang tahun 2017–2018 dengan anggaran mencapai Rp2,2 miliar yang bersumber dari proyek Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Namun hingga tahun 2021 bahkan sampai sekarang, fasilitas tersebut tidak pernah berfungsi sebagaimana mestinya.
“Bangunannya sudah hancur, tidak terawat, dan jelas mangkrak. Ini sangat disayangkan, karena dana yang digunakan bukan dana kecil, tapi uang rakyat,” tegas H. Tb. Ismail. Selasa, 06/01/2026 siang.
Ia juga menyoroti adanya indikasi kejanggalan dan dugaan korupsi dalam proyek tersebut. Bahkan, kata dia, persoalan Flying Fox Sumbersari sempat beberapa kali diproses secara hukum, namun selalu berhenti di tengah jalan tanpa kejelasan.
“Sudah pernah diproses hukum, sudah diaudit oleh BPK, tapi hasilnya seperti menguap. Tidak ada ujungnya. Ini menimbulkan kecurigaan publik,” ujarnya dengan nada prihatin.
H. Tb. Ismail menilai, mandeknya penanganan kasus ini mencederai rasa keadilan masyarakat serta memperkuat kesan lemahnya komitmen penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan anggaran. Ia mendesak aparat penegak hukum dan pihak terkait membuka kembali kasus ini secara transparan dan tuntas, agar tidak menjadi preseden buruk bagi pengelolaan anggaran daerah.
“Jangan sampai proyek mangkrak bernilai miliaran rupiah dibiarkan begitu saja. Negara dirugikan, masyarakat dirugikan,” pungkasnya.







