Lampung Tengah — Ketua DPC Laskar Lampung Indonesia (LLI) Lampung Tengah, Yunisa Putra, S. A. P menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan tegas kepada pejabat baru Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, Okky Desvian.

Dalam pernyataannya, Yunisa menegaskan bahwa jabatan baru tersebut bukan sekadar rotasi, melainkan amanah besar dalam menegakkan hukum secara adil dan tanpa kompromi.
“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Jabatan ini adalah tanggung jawab besar. Tegakkan hukum seadil-adilnya, tanpa pandang bulu,” tegas Yunisa saat ditemui awak media.
Ia juga memberikan apresiasi atas pergantian pejabat dari Kasi Intel sebelumnya, Alfa Dera, kepada Okky Desvian. Namun di balik ucapan tersebut, Yunisa melontarkan dorongan keras agar kepemimpinan baru tidak ragu membongkar perkara-perkara yang masih menggantung.
Salah satu yang disorot tajam adalah dugaan kasus korupsi dana KONI Lampung Tengah yang hingga kini dinilai belum menemukan kejelasan hukum.
“Kami berharap kasus KONI yang sempat menyeret nama bendahara Dispora hingga oknum DPRD Lampung Tengah benar-benar ditelaah ulang. Jangan ada kesan tebang pilih. Saya yakin di tangan Kasi Intel baru dan jajaran terkait, semua akan terbuka,” ujarnya dengan nada tegas.
Menurut Yunisa, penegakan hukum yang transparan dan berani menjadi kunci utama dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan Negeri Lampung Tengah.
Ia juga menegaskan dukungan penuh LLI kepada seluruh insan Adhyaksa agar bekerja profesional, menjunjung tinggi integritas, serta berpedoman pada SOP dan arahan pimpinan.
“Kami ingin Kejari Lampung Tengah semakin maju, bersih, dan benar-benar hadir untuk masyarakat. Ini soal marwah institusi dan keadilan bagi rakyat,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Yunisa turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Alfa Dera atas pengabdiannya selama bertugas di Lampung Tengah, serta doa untuk tugas barunya di Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
“Pergantian jabatan itu hal biasa dalam penyegaran. Tapi harapan kami tidak biasa: hukum harus ditegakkan tanpa pandang siapa. Itu harga mati,” pungkas Yunisa.







