Kapolsek Trimurjo AKP Admar Tegaskan Tiga Pesan Penting: Jaga Persaudaraan, Siap Menang dan Kalah, serta Patuhi Aturan Pilkakam Notoharjo

LAMPUNG TENGAH — Kapolsek Trimurjo, AKP Admar, S.Pd., menegaskan tiga pesan penting kepada empat calon Kepala Kampung Notoharjo beserta seluruh pendukungnya agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) 2026 berlangsung aman, tertib, dan damai. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh memutus tali persaudaraan, apalagi memicu perselisihan di tengah masyarakat.

 

Pesan tersebut disampaikan AKP Admar saat menghadiri penetapan dan pengundian nomor urut calon Kepala Kampung Notoharjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, pada Jumat malam (9/10/2026), sekitar pukul 20.30 WIB, di sekretariat panitia pemilihan setempat.

Kegiatan berlangsung lancar dan tertib, dihadiri unsur panitia pemilihan, Bhabinkamtibmas, Babinsa Koramil 411-04/TMJ, unsur PMK, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias menyaksikan tahapan demokrasi tingkat kampung tersebut.

 

Empat Calon Resmi Mendapatkan Nomor Urut

Berdasarkan hasil pengundian, empat calon Kepala Kampung Notoharjo memperoleh nomor urut sebagai berikut:

1. Tarmidi

2. Joko Nugroho

3. Asmuni

4. Bambang Sungkowo

 

Keempat calon juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam mengikuti tahapan pemilihan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kompetisi politik di tingkat kampung harus dijalankan dengan menjunjung tinggi aturan, etika, dan kepentingan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, AKP Admar menekankan bahwa nomor urut bukanlah ukuran kemenangan atau kekalahan. Nomor tersebut hanya menjadi identitas untuk memudahkan masyarakat mengenali calon saat pemungutan suara.

“Nomor urut bukan penentu menang atau kalah. Itu hanya simbol untuk mempermudah masyarakat dalam menentukan pilihannya. Karena itu, saya meminta seluruh calon dan pendukungnya menjaga keamanan serta ketertiban selama proses pemilihan berlangsung,” tegasnya.

 

Pesan Pertama: Jaga Keamanan, Jangan Terprovokasi

AKP Admar menegaskan, keamanan Pilkakam bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

 

Ia meminta setiap calon mengendalikan dan memberikan pemahaman kepada para pendukungnya agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan keributan, provokasi, saling menghina, maupun kampanye yang melanggar aturan.

 

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi yang harus disikapi secara dewasa. Jangan sampai persaingan ant calon justru memicu konflik antarwarga, bahkan merusak hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

“Silakan berusaha meraih kemenangan dengan cara-cara yang baik dan benar. Jangan melakukan tindakan yang dapat memancing keributan atau menciptakan suasana tidak kondusif. Kita semua harus menjaga kampung ini tetap aman dan damai,” pesannya.

 

Pesan Kedua: Siap Menang, Siap Kalah, Persaudaraan Tetap Nomor Satu

Pesan kedua yang ditekankan Kapolsek Trimurjo adalah kesiapan mental seluruh calon untuk menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.

 

AKP Admar mengingatkan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya akan mengemban amanah masyarakat, sedangkan calon yang belum memperoleh kepercayaan mayoritas warga diharapkan tetap memberikan dukungan demi kemajuan kampung.

 

Ia juga mengingatkan calon yang menang agar tidak bersikap berlebihan, merendahkan pihak yang kalah, atau menyimpan dendam terhadap warga yang berbeda pilihan.

 

Sebaliknya, calon yang belum berhasil diminta menerima hasil pemilihan secara dewasa dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

“Siapa pun yang menang, mari kita dukung bersama. Yang belum beruntung hendaknya tetap legawa. Jangan sampai setelah pemilihan muncul dendam atau persoalan kecil dibesar-besarkan hanya karena perbedaan dukungan,” tegas AKP Admar.

 

Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala kampung merupakan amanah yang harus dijalankan untuk seluruh warga, bukan hanya bagi kelompok pendukungnya.

“Pendukung calon yang menang maupun yang kalah semuanya adalah masyarakat kita sendiri. Karena itu, jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita terpecah belah,” pesannya.

 

Pesan Ketiga: Patuhi Aturan, Aparat Akan Mengawal

Pada pesan ketiga, AKP Admar menegaskan bahwa seluruh tahapan Pilkakam harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Ia menyampaikan bahwa unsur kepolisian bersama TNI dan pihak terkait akan terus memantau jalannya proses pemilihan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

 

Ia juga mengingatkan para calon agar tidak mengambil langkah di luar aturan hanya demi mengejar kemenangan. Setiap tahapan harus dihormati, sementara perbedaan pendapat hendaknya diselesaikan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

 

Menurut AKP Admar, keempat calon merupakan putra-putra yang telah memenuhi persyaratan pencalonan. Hasil akhir nantinya harus diterima sebagai bagian dari proses demokrasi yang mengedepankan ketertiban dan penghormatan terhadap pilihan masyarakat.

“Saya berharap Pilkakam Notoharjo dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan rencana. Mari kita jaga bersama situasi yang sudah baik ini sampai seluruh tahapan selesai,” ujarnya.

 

Penegasan tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa aparat tidak menghendaki adanya tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun memecah persatuan warga selama kontestasi berlangsung.

 

Para Calon Ajak Warga Menjaga Kebersamaan

Dalam kesempatan yang sama, Joko Nugroho mengajak seluruh pendukung, baik pendukung dirinya maupun calon lainnya, untuk menciptakan suasana pemilihan yang sejuk, nyaman, dan damai.

 

Ia mengingatkan bahwa masa kontestasi hanya berlangsung sementara, sedangkan persaudaraan dan kehidupan bermasyarakat akan terus berjalan setelah pemilihan berakhir.

“Marilah kita sama-sama menjaga tata tertib yang telah ditetapkan panitia. Jangan saling menghujat atau merendahkan. Kita ini hanya berkompetisi sesaat, tetapi persaudaraan adalah untuk selamanya,” ujar Joko.

 

Sementara itu, Asmuni menyampaikan rasa syukur setelah memperoleh nomor urut 3. Ia meminta doa dan dukungan masyarakat serta mengajak seluruh pihak menyatukan tujuan demi kemajuan Kampung Notoharjo.

 

Bambang Sungkowo, yang memperoleh nomor urut 4, juga berharap seluruh tahapan pencalonan berjalan lancar, aman, dan sesuai harapan masyarakat. Ia mengajak warga menjaga kondisi kampung agar tetap kondusif selama proses pemilihan.

 

Adapun Tarmidi memperoleh nomor urut 1. Keempat calon mendapatkan kesempatan memperkenalkan diri dan menyampaikan harapan mereka di hadapan panitia serta masyarakat yang hadir.

 

Demokrasi Kampung Harus Menyatukan, Bukan Memisahkan

Penetapan nomor urut ini menjadi salah satu tahapan penting menuju pemungutan suara Pilkakam Notoharjo yang dijadwalkan pada 26 November 2026.

 

Di tengah persaingan empat calon, pesan Kapolsek Trimurjo menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemilihan tidak semata-mata diukur dari siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga keamanan, menghormati perbedaan, dan menerima hasil secara dewasa.

 

Kampung Notoharjo adalah rumah bersama. Setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, para calon dan pendukungnya akan kembali hidup berdampingan sebagai tetangga, saudara dan sesama warga.

 

Karena itu, pesan Kompol Admar patut menjadi pegangan bersama: jaga keamanan, siap menang dan siap kalah, serta patuhi aturan. Jangan biarkan ambisi sesaat mengorbankan persaudaraan yang telah dibangun bertahun-tahun.

 

Demokrasi yang sehat bukan hanya tentang memilih pemimpin, melainkan juga tentang menjaga martabat, persatuan dan kedamaian masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *