
BITUNG, JejakPeristiwa.Online — Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak selalu harus menunggu munculnya persoalan. Melalui pendekatan yang lebih humanis dan dialogis, Polres Bitung mendorong kehadiran Polisi di tengah masyarakat, termasuk lingkungan sekolah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui gerakan POLSAMA (Polisi Bersama Masyarakat) yang menyasar lingkungan pendidikan di wilayah Kota Bitung.
Melalui kegiatan tersebut, personel Polres Bitung hadir di sekolah untuk membangun komunikasi dengan para pelajar sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.
Kehadiran Polisi di lingkungan sekolah tidak hanya diarahkan untuk menyampaikan imbauan Kamtibmas. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog agar pelajar dapat berkomunikasi secara terbuka, menyampaikan pertanyaan maupun berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Pendekatan tersebut dinilai penting di tengah perkembangan teknologi dan dinamika pergaulan generasi muda. Sejumlah nilai seperti disiplin, etika dalam pergaulan, menjaga persatuan, bijak menggunakan media sosial serta menjauhi perilaku negatif menjadi bagian dari pesan yang disampaikan.
Polres Bitung juga menempatkan pelajar sebagai bagian dari mitra dalam menjaga situasi Kamtibmas, bukan semata-mata sebagai penerima imbauan.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., mengatakan kedekatan antara Polisi dan masyarakat perlu dibangun melalui kehadiran serta komunikasi yang baik.
“Kami ingin Polisi hadir bukan hanya ketika ada masalah. Kami ingin hadir lebih dekat, mendengar dan berdialog bersama masyarakat, termasuk anak-anak kita di sekolah. Dari komunikasi yang baik, akan tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan, kita bisa bersama-sama menjaga keamanan,” ujar Kapolres.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan Kota Bitung. Karena itu, pembinaan dan edukasi kepada pelajar perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan mereka.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Mari kita jaga bersama. Polisi, guru, orang tua dan masyarakat harus berjalan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan positif bagi mereka,” tambahnya.
Dalam kegiatan POLSAMA, para pelajar juga diajak mengambil peran sebagai pelopor Kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Sikap tidak mudah terprovokasi, menghargai perbedaan, menaati aturan, menyelesaikan persoalan secara baik serta menggunakan media sosial secara bijak dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif.
Melalui POLSAMA, Polres Bitung menegaskan pendekatan kepolisian yang mengedepankan kedekatan, komunikasi dan edukasi dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Pesan yang dibangun pun sederhana: menciptakan keamanan bukan hanya menjadi tugas Polisi, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama.
Polisi, sekolah, orang tua, masyarakat dan generasi muda memiliki peran masing-masing untuk menjaga lingkungan tetap aman, damai dan nyaman.
Dengan komunikasi yang terus dibangun, POLSAMA menjadi salah satu ruang bagi Polres Bitung untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus mendorong generasi muda ikut mengambil bagian dalam menjaga Kamtibmas di Kota Bitung.
(Red_FRT)

