Tak Hanya Bertakziah, Wawalkot Metro Turut Menshalatkan Hermansyah: Pemimpin Hadir Saat Rakyat Berduka

 

METRO — Di tengah suasana duka atas berpulangnya Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) Kota Metro, Hermansyah, TR., SH, kehadiran Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menjadi bentuk nyata kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakat yang sedang kehilangan.

 

Hermansyah, 55 tahun, meninggal dunia di IGD RSUD Ahmad Yani Metro sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (2/10/2026), setelah mengalami sakit. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan organisasi, insan pers dan berbagai kalangan yang selama ini mengenal almarhum.

 

Pada Sabtu (3/10/2026), Wawali Metro menyempatkan diri hadir di rumah duka di kawasan Mekarsari, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat.

 

Namun, Rafieq tidak sekadar datang, menyampaikan belasungkawa lalu meninggalkan rumah duka. Ia turut mendoakan dan menshalatkan jenazah Hermansyah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

 

Kepedulian pemerintah Kota Metro juga diwujudkan melalui bantuan untuk keluarga dan masyarakat yang hadir di rumah duka. Wali Kota Metro dan Wakil Wali Kota Metro masing-masing memberikan bantuan air mineral sebanyak 10 dus, sehingga total bantuan mencapai 20 dus air mineral. Bantuan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam meringankan kebutuhan selama prosesi pemakaman dan suasana duka keluarga almarhum.

 

Sikap tersebut menjadi pesan sederhana bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut hadir dalam ruang-ruang pemerintahan, rapat dan agenda resmi. Ada saatnya seorang pemimpin harus hadir di tengah masyarakat ketika kesedihan datang dan sebuah keluarga sedang membutuhkan dukungan.

 

Di hadapan keluarga almarhum, Rafieq menyampaikan belasungkawa sekaligus mendoakan agar Hermansyah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini,” ujar Rafieq.

 

Kehadiran tersebut juga menjadi gambaran bahwa jabatan semestinya tidak membuat seorang pemimpin kehilangan sisi kemanusiaannya.

 

Sebab, di balik jabatan Wali Kota maupun Wakil Wali Kota, ada tanggung jawab moral untuk tetap dekat dengan masyarakat. Ketika warga bahagia, pemimpin hadir memberikan pelayanan. Ketika warga menghadapi persoalan, pemerintah dituntut hadir memberikan perhatian. Dan ketika seorang warga berpulang, doa, penghormatan serta kepedulian juga menjadi bagian dari nilai kemanusiaan.

 

Memanusiakan manusia tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Terkadang cukup dengan hadir, mengulurkan tangan, memberikan perhatian, mengucapkan belasungkawa dan ikut mendoakan mereka yang sedang kehilangan.

 

Bagi keluarga Hermansyah, tentu tidak ada kehadiran manusia mana pun yang mampu menggantikan sosok yang telah pergi. Namun, perhatian, doa dan dukungan dari keluarga besar, sahabat, masyarakat serta pemerintah dapat menjadi kekuatan untuk melewati masa duka.

 

Hermansyah selama hidupnya dikenal aktif dalam organisasi kepemudaan, kegiatan sosial dan lingkungan media. Jejak pergaulan serta pengabdiannya membuat kepergiannya dirasakan oleh banyak pihak.

 

Kematian kembali mengingatkan bahwa manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Jabatan akan berakhir, kekuasaan akan berganti, harta akan ditinggalkan. Yang kemudian dikenang adalah kebaikan, persahabatan, amal dan manfaat yang pernah diberikan kepada sesama.

 

Dari rumah duka Hermansyah, ada pesan yang lebih dalam dari sekadar sebuah kunjungan pejabat.

 

Bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, tetapi seberapa dekat ia mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan.

 

Rafieq hadir, menyampaikan belasungkawa, memberikan perhatian, mendoakan dan turut menshalatkan almarhum. Bersama Wali Kota Metro, kepedulian itu juga diwujudkan melalui bantuan air mineral sebanyak 20 dus untuk mendukung keluarga dan masyarakat dalam suasana duka.

 

Sebuah tindakan sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi keluarga yang sedang berduka.

“Semoga segala amal baik almarhum diterima Allah SWT, segala kekhilafannya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Mari kita sama-sama mendoakan almarhum,” kata Rafieq.

 

Kini Hermansyah telah kembali kepada Allah SWT. Yang tertinggal adalah keluarga, sahabat, kenangan dan jejak kebaikan yang pernah ditanamkan selama hidup.

 

Selamat jalan Hermansyah. Semoga husnul khatimah, diampuni segala dosa dan kekhilafan, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

 

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *