Tragedi Danau Galian di Batu Aji Renggut Nyawa Bocah, Tangis Pecah di Rumah Duka

 

BATU AJI — Tragedi memilukan kembali mengguncang kawasan Batu Aji. Sholeh Fauzan, seorang bocah, meninggal dunia setelah tenggelam di danau bekas galian milik PT Tembesi Indah Makmur yang berada di dekat permukiman warga, Minggu (14/12/2025). Danau yang dibiarkan terbuka tanpa pagar dan pengamanan itu kembali memakan korban, memicu duka mendalam sekaligus kemarahan masyarakat.

Berdasarkan keterangan warga, danau tersebut kerap dijadikan lokasi bermain dan berenang oleh anak-anak karena tidak adanya tanda peringatan maupun pembatas di sekitar area. Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban bersama teman-temannya bermain di sekitar danau, sebelum akhirnya tenggelam dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

 

Pada malam pertama takziah, suasana rumah duka almarhum berubah menjadi lautan duka. Isak tangis keluarga pecah tanpa mampu dibendung. Sang ibu tampak terus dipeluk kerabat, sementara ayah korban lebih banyak terdiam dengan mata sembab menahan pilu. Warga sekitar, tokoh masyarakat, serta rekan sebaya korban silih berganti datang menyampaikan doa dan belasungkawa.

 

Takziah tersebut dihadiri langsung Camat Batu Aji, Addi Harnus, serta Lurah Kibing, Wiwied Indartono. Di hadapan keluarga korban, Camat Addi Harnus menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menegaskan keprihatinannya atas tragedi yang merenggut nyawa anak di bawah umur itu.

“Kami sangat berduka atas musibah ini dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang. Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas bersama,” ujar Addi Harnus. Ia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengevaluasi serta mengamankan keberadaan danau bekas galian yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pengembang terkait langkah hukum atas keberadaan danau bekas galian tersebut. Warga mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas pembiaran lokasi berbahaya di tengah permukiman padat penduduk.

 

Kepergian Sholeh Fauzan bukan sekadar duka satu keluarga, melainkan menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa kelalaian terhadap keselamatan lingkungan dapat berujung pada hilangnya nyawa. Tragedi ini menambah daftar panjang korban akibat danau bekas galian yang dibiarkan tanpa pengawasan dan pengamanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *