SAMPANG,jejakperistiwa.online-Lingkup Dunia pendidikan di Kabupaten Sampang menuai berbagai kritik tajam akhir-akhir ini,berbagai fasilitas penunjang sarana pendidikan seperti ruang kelas bagi siswa sedang di revitalisasi agar lebih layak untuk kenyamanan belajar.
Namun alih-alih menjadi harapan peningkatan mutu penunjang pendidikan,Revitalisasi dengan Rp. 751.585.695,- dari APBN Tahun Anggaran 2025 justru mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat,mulai dari pengawasan yang terpantau dilokasi kurang,bahkan dituding hanya formalitas dan dimonopoli oleh oknum tertentu,Hingga penentuan skala prioritas sekolah penerima program revitalisasi meski pengajuan nya terbuka secara online.
Salah satu dari sekian titik revitalisasi adalah SDN Astapah 1 Kecamatan Omben,Kabupaten Sampang,diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai RAB,pantauan team media dilokasi,menemukan kayu kusen yang digunakan dalam pemasangan kusen dan bagian vital lain nya sudah pecah dan tidak layak pasang,selain itu plaster lama yang seharus nya diganti plesteran baru,belum dikerjakan hingga saat ini,terlihat masih terpantau bangunan lama dan tidak diganti sesuai pengakuan Kepala Sekolah SDN Astapah 1 Kecamatan Omben.
Namun hingga hari ini kenyataan nya justru berbanding terbalik,hingga saat ini plaster bangunan seluruh gedung ruang kelas belum di kerjakan dan masih dengan material lama,entah terkendala apa keterangan kepala sekolah sedari awal yang tegas justru berbeda dari realisasi revitalisasi yang dilaksanakan di SDN Astapah 1 Kecamatan. Omben,Sabtu,13/12/2025.
Kepala sekolah SDN Astapah menjelaskan dalam keterangan nya bahwa pengerjaan sudah hampir rampung tinggal pemasangan plester dinding pada bangunan utama sepanjang rehab ruang kelas yang masih akan dikerjakan menggunakan alat khusus.
Selain plaster yang belum juga dikerjakan serta bahan material kayu yang sudah banyak pecah dan tak layak,masih dipaksakan terpasang,patut diduga Kepala Sekolah Astapah 1,Subairi menjadikan Program revitalisasi tersebut sebagai Bancakan,dari pengerjaan dan keterangan yang diberikan sangat berbeda dari penyampaian dan fakta realisasi kegiatan di lokasi tersebut.
( Ysf)







