Tanpa Ragu Turun dari Mobil Dinas, Plt Bupati Lampung Tengah Padamkan Motor Terbakar di Gunung Sugih

 

Lampung Tengah — Aksi cepat dan berani ditunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, SE, M.Sos, saat membantu warga yang motornya terbakar di ruas jalan wilayah Gunung Sugih, Kamis (22/1/26), sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam video berdurasi 37 detik yang beredar luas di media sosial, terlihat Plt Bupati Lampung Tengah tanpa ragu menghentikan kendaraan dinasnya dan langsung turun ke lokasi kejadian. Ia sempat berupaya memadamkan api secara manual, namun kobaran api justru semakin membesar.

Tak tinggal diam, I Komang Koheri segera berlari kembali ke mobil dinasnya untuk mengambil alat pemadam api ringan (APAR). Dengan sigap, alat tersebut disemprotkan ke arah motor yang terbakar hingga api berhasil dipadamkan dalam hitungan detik.

Usai api padam, pemilik motor tampak menyalami Plt Bupati Lampung Tengah sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan cepat yang mencegah kebakaran semakin meluas.

Peristiwa tersebut terjadi di tepi jalan raya komplek Kecamatan Gunung Sugih. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun akibat kebakaran, pemilik motor mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1,5 juta.

Aksi spontan tersebut sontak menuai apresiasi warga sekitar. Kepedulian Plt Bupati Lampung Tengah yang langsung turun tangan, tanpa protokoler berlebihan, dinilai mencerminkan sikap pemimpin yang responsif dan dekat dengan rakyat.

Diketahui, kejadian itu murni sebuah kebetulan. Saat itu, I Komang Koheri tengah melintas dari kantor dinas menuju rumah dinas ketika melihat motor warga terbakar di pinggir jalan.

Salah seorang narasumber yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa ia tidak mengetahui identitas pemilik kendaraan. Namun ia menegaskan bahwa kerugian dapat diminimalisir karena api segera dipadamkan.

“Kerugiannya sekitar satu setengah juta rupiah, karena cepat dipadamkan oleh Bupati Lampung Tengah,” tegas narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Aksi ini kembali menegaskan bahwa kehadiran pemimpin di tengah situasi darurat bukan sekadar simbol, melainkan tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *