PJU Jalur Trimurjo–Perbatasan Metro Mati Hingga 19 Maret 2026, Warga Desak Gubernur Lampung RMD Usut Dana Pemeliharaan

Lampung Tengah – Hingga Kamis, 19 Maret 2026, kondisi penerangan jalan umum (PJU) di jalur Trimurjo hingga perbatasan Kota Metro masih memprihatinkan. Puluhan lampu dilaporkan tidak berfungsi, membuat ruas jalan sepanjang lebih kurang 6 kilometer tersebut gelap gulita pada malam hari.

 

Berdasarkan laporan masyarakat, sedikitnya sekitar 53 titik lampu, baik PJU maupun lampu tenaga surya, dalam kondisi mati. Situasi ini memicu keresahan warga karena jalur tersebut menjadi rawan tindak kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas.

 

Warga menilai minimnya perhatian dari pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan, menjadi penyebab kondisi ini terus berlarut-larut tanpa penanganan serius.

“Kondisi ini bukan baru terjadi, tapi sudah bertahun-tahun. Sampai sekarang belum ada perbaikan yang berarti,” ungkap salah satu warga.

 

Masyarakat pun mempertanyakan kejelasan penggunaan anggaran pemeliharaan PJU yang seharusnya digunakan untuk memastikan lampu penerangan tetap berfungsi dengan baik.

“Kalau memang ada anggaran pemeliharaan, kami minta transparansi. Dana itu dikemanakan? Harus diusut jika ada dugaan penyimpangan,” tegas warga.

 

Kondisi gelap di jalur tersebut semakin terasa mencekam pada malam hingga dini hari. Seorang pengguna jalan yang melintas sepulang dari buka bersama Rabu (18/03/26) di Metro sekitar pukul 22.30 WIB mengaku khawatir saat melintas karena minimnya penerangan.

“Sepi dan gelap, sangat rawan. Ngeri kalau lewat malam hari, apalagi jalannya panjang dan tidak ada lampu,” ujarnya.

 

Warga kini mendesak Gubernur Lampung, RMD, untuk segera turun tangan dan memerintahkan instansi terkait melakukan perbaikan menyeluruh serta mengusut dugaan kelalaian atau penyimpangan dalam pengelolaan PJU.

 

Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu adanya kejadian besar atau viral di media sosial sebelum mengambil langkah tegas.

 

Jika kondisi ini terus dibiarkan, jalur Trimurjo hingga perbatasan Metro dikhawatirkan akan semakin dikenal sebagai titik rawan kejahatan dan kecelakaan, yang membahayakan keselamatan pengguna jalan setiap harinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *