Isu Sekolah Online Batal! Mendikdasmen Tegas: Belajar Tatap Muka Tetap Jalan Meski Ada Isu Penghematan Energi

Kabar simpang siur soal pembatalan sekolah tatap muka dan penerapan sekolah online akhirnya diluruskan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring akibat program penghematan energi.

Penegasan itu disampaikan pada Rabu, 25 Maret 2026, menyusul ramainya perdebatan di media sosial terkait isu sekolah online yang dikaitkan dengan kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut harus diambil langsung ke sekolah.

“Sekolah masuk sebagaimana biasa. Tidak ada pembelajaran daring,” tegas Mu’ti.

 

Sebelumnya, wacana PJJ sempat mencuat setelah adanya kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai respons terhadap penghematan energi, yang dipicu oleh dampak konflik di Timur Tengah. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Isu yang beredar luas di Facebook bahkan memicu kegaduhan publik. Banyak netizen mempertanyakan kebijakan yang dianggap tidak sinkron—di satu sisi ada wacana penghematan energi, di sisi lain siswa tetap harus datang ke sekolah, termasuk untuk mengambil program MBG.

Perdebatan pun tak terhindarkan. Sebagian masyarakat mengkritik keras dan menilai kebijakan tersebut membingungkan serta tidak efisien. Namun, ada pula yang membela pemerintah dan menilai informasi yang beredar telah dipelintir serta tidak utuh.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, pemerintah memastikan bahwa kegiatan belajar tetap berlangsung secara tatap muka seperti biasa, sekaligus meredam spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat.

Polemik ini kembali menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menyerap informasi di media sosial, agar tidak terjebak dalam narasi yang belum tentu benar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *