Suka Makmue — Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2027 di Aula Bappeda, Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Forum ini menjadi penentu arah pembangunan tahun ketiga pemerintahan periode 2025–2029 dan TRK menegaskan satu kata kunci: PAD harus naik, bukan sekadar wacana.
Mengusung tema “Akselerasi dan Kolaborasi Pemulihan Pascabencana serta Peningkatan PAD melalui Penguatan Sumber Daya dan Ekonomi Lokal”, TRK menegaskan Musrenbang bukan seremoni, melainkan mandat hukum yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
“Ini tahun ketiga. Program prioritas harus terasa hasilnya. Janji politik tidak boleh berhenti di dokumen,” tegasnya.
Masjid Giok Jadi Ikon dan Mesin PAD
TRK menaruh perhatian besar pada penyelesaian Masjid Giok proyek ikonik yang ditargetkan menjadi magnet wisata religi sekaligus penggerak ekonomi lokal. Menurutnya, kesempurnaan pembangunan akan tercapai ketika seluruh bagian luar masjid dilapisi batu giok.
“Ini bukan sekadar bangunan. Ini ikon daerah yang bisa mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, dan berdampak langsung pada PAD,” ujarnya.
Sawit, Pupuk, dan Stabilitas Ekonomi Rakyat
Di sektor riil, Bupati menekankan penguatan pertanian dan perkebunan—terutama kelapa sawit sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga distribusi pupuk dan stabilitas harga.
“Harga sawit masih baik. Jangan sampai terganggu karena distribusi pupuk atau tata kelola yang lemah,” katanya.
Digitalisasi dan Disiplin Pajak
Kunci lain peningkatan PAD, menurut TRK, adalah digitalisasi layanan dan disiplin pengelolaan pendapatan. Ia meminta seluruh perangkat daerah agresif menggali potensi dari pajak, retribusi, hingga optimalisasi aset.
“Inovasi dan digitalisasi harus mempercepat layanan, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dan memperkuat pengawasan. PAD tidak akan naik kalau tata kelola masih konvensional,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan investasi daerah sebagai sumber pertumbuhan baru.
DPRK: Sinergi atau Mandek
Ketua DPRK Nagan Raya, Mohd Rizki Ramadhan, mengingatkan bahwa fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan akan dijalankan maksimal namun keberhasilan tetap bergantung pada sinergi lintas pihak.
“Kerja harus lebih serius, terarah, dan bertanggung jawab. Kepentingan masyarakat harus di atas segalanya,” ujarnya.
Bappeda: Musrenbang Bukan Akhir, Tapi Proses
Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, menjelaskan Musrenbang ini adalah forum penyempurnaan rancangan RKPK 2027 menyepakati masalah prioritas, menyelaraskan dengan agenda nasional dan provinsi, serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
“Setelah pembukaan, dilanjutkan Desk Musrenbang pada 22–27 April 2026 dalam tiga bidang perencanaan,” jelasnya.
Forum juga menghadirkan pemateri kunci seperti Ahmad Dadek terkait kebijakan pembangunan Aceh 2027, dan Nuri Rosmika yang memaparkan analisis keberhasilan pembangunan daerah.
Pesan Akhir: Target Jelas, Eksekusi Harus Lebih Keras
Dengan kehadiran Forkopimda, DPRK, SKPK, akademisi, hingga organisasi kepemudaan, Musrenbang RKPK 2027 menjadi panggung konsolidasi. Namun pesan TRK jelas: tanpa eksekusi yang tegas, semua rencana hanya akan jadi dokumen.
Fokusnya terang selesaikan Masjid Giok, jaga sektor sawit, dan genjot PAD lewat inovasi serta digitalisasi. Tahun ketiga bukan lagi fase uji coba, melainkan pembuktian kinerja.







