Lampung Tengah — Tangis dan harapan terus menyelimuti keluarga kecil pasangan AHMAD SAIFUDIN dan istrinya, warga Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah. Putra mereka, EMMERIL ABIMANA yang masih berusia 1 tahun 5 bulan, hingga kini harus berjuang melawan kondisi kesehatan yang terus menurun, diduga setelah menjalani imunisasi rutin di Posyandu kampung setempat.
Peristiwa memilukan itu bermula saat EMMERIL mengikuti kegiatan Posyandu rutin di balai kampung. Menurut pengakuan orang tua, sebelum imunisasi kondisi anak mereka dalam keadaan sehat, meski memiliki riwayat kejang saat usia 9 bulan.
AHMAD SAIFUDIN mengaku sebelumnya sang istri telah menyampaikan kepada petugas Posyandu bahwa anak mereka memiliki riwayat kejang dan rutin mengonsumsi obat dari dokter. Namun, pihak keluarga mengaku mendapat penjelasan bahwa imunisasi tersebut aman diberikan kepada anak mereka.
“Anak saya datang dalam keadaan sehat. Istri saya sudah bilang kalau anak ini punya riwayat kejang dan rutin minum obat. Tapi petugas bilang aman. Setelah imunisasi, sore harinya langsung demam tinggi, besoknya kejang-kejang,” ujar AHMAD SAIFUDIN, Jumat, 15 Mei 2026.
Panik melihat kondisi anaknya, keluarga langsung membawa EMMERIL ke Puskesmas Rawat Inap Wates. Namun, menurut pengakuan keluarga, dokter yang menangani tidak berada di tempat sehingga petugas menyarankan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit.
EMMERIL kemudian dibawa ke RSUD Demang Sepulau Raya dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama sekitar 9 hari. Ironisnya, kondisi sang bayi disebut belum menunjukkan perkembangan berarti, bahkan terus mengalami penurunan.
Belum berhenti di situ, keluarga kembali harus berpindah rumah sakit. Dari RSUD Demang Sepulau Raya, EMMERIL dirujuk ke RS Yukum Medical Centre dan dirawat selama enam hari. Namun hasilnya masih nihil. Kondisi kesehatan bayi tersebut belum juga membaik dan keluarga mengaku belum mendapatkan kepastian terkait diagnosa penyakit yang diderita.
Karena kondisi terus memburuk, pihak rumah sakit kembali merujuk EMMERIL ke rumah sakit di Bandar Lampung. Selama kurang lebih 10 hari menjalani perawatan di RS Urip Sumoharjo menggunakan BPJS Kesehatan kelas 3, kondisi bayi malang itu disebut masih belum stabil dan akhirnya dipulangkan sementara.
Kini, keluarga kembali berupaya mencari harapan dengan membawa EMMERIL menjalani perawatan di RS Harapan Bunda.
Kondisi yang belum kunjung membaik, berpindah-pindah rumah sakit, hingga belum adanya kepastian diagnosa membuat keluarga terpukul. Ditambah kondisi ekonomi yang terbatas, AHMAD SAIFUDIN berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan dinas terkait dapat turun tangan memberikan perhatian serius terhadap kondisi putranya.
“Kami hanya ingin anak kami sembuh. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu pengobatan anak kami,” harapnya penuh lirih.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan masyarakat. Selain menyangkut pelayanan kesehatan, keluarga berharap ada evaluasi dan penelusuran medis secara menyeluruh terkait dugaan dampak pasca imunisasi yang dialami EMMERIL ABIMANA, agar kejadian serupa tidak kembali menimpa anak-anak lainnya.








