Edukasi: Dwi Hartoyo Sabtu, 16 Mei 2026
Lampung — Penyalahgunaan narkoba kembali menjadi sorotan serius. Di balik sensasi sesaat yang ditawarkan barang haram tersebut, tersimpan ancaman nyata yang menghancurkan kesehatan, merusak mental, mematikan masa depan, hingga menyeret penggunanya ke jurang kematian.
Fenomena peredaran narkoba yang semakin masif dinilai bukan lagi sekadar persoalan hukum, melainkan ancaman kemanusiaan yang menggerus generasi bangsa secara perlahan namun pasti. Pengguna narkoba bukan hanya kehilangan kesehatan fisik, tetapi juga kehilangan akal sehat, moral, masa depan, bahkan harga diri di tengah masyarakat.
Berbagai kalangan mengingatkan bahwa narkoba mampu merusak organ vital tubuh seperti otak, jantung, hati, dan paru-paru. Tidak sedikit pengguna yang berakhir mengalami gangguan jiwa, depresi berat, tindakan kriminal, overdosis, hingga kematian tragis.
“Jangan pernah menganggap narkoba sebagai pelarian hidup atau simbol pergaulan modern. Sekali terjerat, kehancuran tinggal menunggu waktu,” tegas salah satu pemerhati sosial dalam pesan moral yang disampaikan kepada masyarakat.
Peredaran narkotika juga dinilai menjadi akar lahirnya berbagai tindak kejahatan lain, mulai dari pencurian, kekerasan, begal, hingga rusaknya ketahanan keluarga. Karena itu, perang terhadap narkoba harus dilakukan tanpa kompromi.
Masyarakat diminta tidak diam dan berani melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar. Peran keluarga, tokoh masyarakat, sekolah, dan aparat penegak hukum dinilai sangat penting untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
“Jangan tunggu hancur baru sadar. Narkoba tidak pernah memberi masa depan, yang ada hanya penderitaan dan penyesalan,” tutupnya.








