Bukan Sekadar Rakor, Ada Sinyal Bahaya dari Lembeh: Polisi Mulai Bangun Benteng Cegah Kebakaran

 

BITUNG, JejakPeristiwa.Online — Ancaman kebakaran di tengah kondisi cuaca kering mulai mendapat perhatian serius di Pulau Lembeh. Polsek Lembeh memilih bergerak lebih awal, sebelum potensi api berubah menjadi bencana yang sulit dikendalikan.

Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor bersama Forkopimcam, pemerintah kelurahan dan berbagai elemen masyarakat di wilayah Pulau Lembeh, Sabtu (15/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Polsek Lembeh sejak pukul 15.30 hingga 17.45 WITA itu bukan sekadar agenda koordinasi rutin. Forum tersebut diarahkan untuk membangun pola pencegahan dan respons cepat terhadap potensi kebakaran hingga ke tingkat kelurahan.

Rakor dipimpin Kapolsek Lembeh AKP Demron Talolang, S.H., M.H. dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemadam kebakaran, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kesehatan, PLN, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan pers hingga pihak swasta.

Di antara yang hadir yakni Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Kota Bitung Jemmy Mongi, S.Sos., perwakilan Danramil Lembeh Sertu Trisman, Camat Lembeh Selatan Rafles Paulus Masoara, S.E., serta Camat Lembeh Utara Charles Tumewu.

#Jangan Tunggu Api Membesar

Satu hal yang menjadi perhatian dalam Rakor adalah pentingnya deteksi dini.

Polsek Lembeh mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang menerima penanganan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi ikut menjadi mata dan telinga pertama dalam menemukan potensi bahaya di lingkungan masing-masing.

Kapolsek Lembeh AKP Demron Talolang menegaskan, persoalan kebakaran tidak mungkin ditangani hanya oleh satu institusi.

> “Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab kepolisian atau pemerintah. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama.”

Menurutnya, koordinasi yang terbangun hingga tingkat kelurahan akan mempercepat penyampaian informasi dan memungkinkan penanganan dilakukan sebelum api meluas.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang dinilai membahayakan.

#Lembeh Diminta Tidak Lengah

Bagi Polsek Lembeh, pencegahan menjadi garis pertahanan pertama.

Karena itu, keterlibatan para lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda hingga pihak swasta dipandang penting untuk membangun jaringan kewaspadaan yang bekerja dari lingkungan paling bawah.

Apresiasi pun disampaikan Kapolsek kepada seluruh unsur yang hadir dan menunjukkan komitmen bersama menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat Pulau Lembeh.

> “Terima kasih kepada Koramil Lembeh, Camat Lembeh Selatan, Camat Lembeh Utara, para lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang telah hadir memenuhi undangan kami. Masyarakat Lembeh makin kompak, makin jaya selalu.”

Rakor tersebut kemudian ditutup dengan foto bersama. Namun, pesan yang dibawa dari pertemuan itu jauh lebih besar dari sekadar dokumentasi kegiatan.

Ada komitmen untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran lahan dan permukiman.

Api tidak mengenal batas kelurahan. Karena itu, sistem pencegahannya pun tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ketika masyarakat bergerak cepat, informasi sampai lebih awal, dan aparat siap merespons, peluang kebakaran berkembang menjadi bencana besar dapat ditekan.

Lembeh memilih bersiap sebelum api berbicara.

 

Red_FRT

Sumber : Humas Polres Bitung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *