Lampung Tengah — Kepedulian sosial tak selalu lahir dari anggaran besar atau program pemerintah. Di Kelurahan Trimurjo, kepedulian itu tumbuh dari hasil gilingan padi. Melalui pengelolaan pabrik kelompok tani, Dwi Hartoyo, Ketua Kelompok Tani penggilingan padi F1 dan F2, kembali membuktikan bahwa sektor pertanian mampu menjadi penopang solidaritas dan kemanusiaan.

Melalui dana sosial yang bersumber dari bawon beras sebesar 10 persen, Dwi Hartoyo bersama pengurus kelompok tani menyalurkan bantuan kepada dua warga yang tengah menjalani ujian kesehatan berat, yakni Adefa Naura Putri (4) dan Siti Sarofah (40), Jumat malam (16/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Adefa Naura Putri, balita warga RT 19 RW 05 Kelurahan Trimurjo, baru saja menjalani operasi kedua tumor jinak pada mata kanan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Rabu (14/1/2026), dan diperbolehkan pulang pada Kamis (15/1/2026).
Sebelumnya, Naura telah menjalani operasi pertama di RSUD Cicendo Bandung pada 27 Februari 2024, namun benjolan kembali tumbuh sehingga memerlukan tindakan lanjutan.
Ayah Naura, Firman (32), menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian kelompok tani.
“Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga semua yang membantu diberi kelancaran dan keberkahan,” ujarnya.
Selain Naura, bantuan juga diserahkan kepada Siti Sarofah (38), warga RT 22 RW 05 Kelurahan Trimurjo, yang baru saja menjalani perawatan medis serius.
Berdasarkan keterangan keluarga, Siti Sarofah masuk rumah sakit pada Minggu sore, 4 Januari 2026, dan menjalani perawatan selama tiga hari di RS Mardi Waluyo Metro. Ia diperbolehkan pulang pada Rabu, 7 Januari 2026.
Sebelum dirawat, Siti Sarofah mengalami sakit perut terus-menerus. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, dokter mendiagnosis yang bersangkutan mengalami kehamilan di luar kandungan (ektopik) dengan usia kehamilan sekitar 8 minggu atau 2 bulan.
Kondisi tersebut mengharuskan tindakan operasi, yang telah dilakukan, dan saat ini Siti Sarofah masih dalam masa pemulihan pascaoperasi.
Ketua Kelompok Tani Dwi Hartoyo menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial kelompok tani kepada warga.
“Semoga bantuan sederhana ini bisa meringankan beban keluarga Ibu Siti Sarofah dan orang tua Naura, serta menjadi penguat semangat dalam proses penyembuhan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Dwi Hartoyo juga mengajak para pemilik gabah di wilayah Trimurjo dan sekitarnya untuk menggiling padi di pabrik kelompok tani, demi menjaga keberlangsungan dana sosial.
“Dari hasil gilingan padi, ada bawon beras 10 persen yang kami sisihkan untuk kegiatan sosial. Kalau gabah digiling di pabrik kelompok tani, dana kemanusiaan ini bisa terus berjalan dan tidak mengalami minus,” tegasnya.
Sejak 1 Agustus 2024, Dwi Hartoyo dikenal konsisten hadir di tengah masyarakat, menyalurkan bantuan sesuai ketentuan dan kewenangan pengelolaan pabrik kelompok tani. Kepeduliannya tidak hanya dirasakan warga binaan, tetapi juga masyarakat lain yang membutuhkan uluran tangan.
H. Supono, Sekretaris Kelompok Tani, mengapresiasi kepemimpinan Dwi Hartoyo.
“Beliau sangat peduli dan cepat tanggap. Setiap ada warga yang perlu perhatian, beliau hadir membantu sesuai hak yang seharusnya diterima masyarakat,” ungkapnya.
H. Supono menambahkan, di bawah kepemimpinan Dwi Hartoyo, pengurus kelompok tani tak hanya fokus pada pengelolaan pabrik, tetapi juga aktif dalam kegiatan keagamaan, santunan anak yatim, bantuan lansia, peringatan hari besar nasional, serta kegiatan kemanusiaan lainnya.
“Ini bukti bahwa dari gabah bisa lahir kepedulian, dan dari sawah tumbuh harapan bagi sesama,” tutup H. Supono.







