JAKARTA — Menanggapi publikasi yang diunggah oleh akun Facebook resmi Media Tempo terkait dinamika pergerakan relawan nasional, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Cinta Prabowo (DPP GCP), H. Kurniawan, memberikan klarifikasi resmi. Langkah ini diambil guna meluruskan persepsi publik agar tidak berkembang menjadi spekulasi politik yang liar di ruang siber.
Sebelumnya, unggahan Media Tempo memicu perhatian luas netizen dengan narasi yang menyebutkan bahwa sosok Kurniawan, selaku pihak yang mengadukan dugaan pelanggaran hukum BA ke kepolisian mengaku mendapatkan penawaran posisi strategis untuk memimpin sebuah perusahaan milik negara (BUMN). Unggahan tersebut seketika mendapat respons masif berupa ratusan tanda suka, puluhan komentar, dan puluhan kali dibagikan kembali oleh pengguna media sosial.
Secara bijak dan profesional, H. Kurniawan mengawali keterangannya dengan menyampaikan rasa terima kasih atas atensi serta ruang pemberitaan yang diberikan oleh rekan-rekan media nasional. Namun, demi tegaknya akurasi informasi sesuai dengan hakikat gerakan moral organisasi, ia memandang perlu untuk menegaskan posisi garis perjuangannya secara tertulis.
“Bahwasanya saya sangat berterima kasih atas apa yang dituliskan oleh rekan-rekan Media Tempo. Namun, perlu saya tegaskan kembali kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa saya, H. Kurniawan selaku Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, akan selalu konsisten pada janji awal kami, terus mengawal program kerja Bapak Presiden Prabowo Subianto dari start sampai finish tanpa pamrih,” tegas H. Kurniawan dalam keterangan resminya kepada media.
Tokoh relawan nasional ini mengedukasi publik mengenai esensi dari sebuah loyalitas gerakan. Ia menyatakan secara lugas bahwa dirinya sama sekali tidak pernah berpikir atau menaruh pamrih untuk mendapatkan jabatan ataupun fasilitas kekuasaan tertentu sebagai imbal balik dari pergerakan taktis yang dilakukan oleh GCP di ruang publik.
Bagi GCP, integritas mengawal visi besar Kabinet Merah Putih, terutama dalam mengamankan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penegakan supremasi hukum akan jauh lebih kuat dan objektif jika dilakukan dari luar sistem formal pemerintahan.
“Kalaupun seandainya ada penawaran posisi jabatan sekalipun, saya secara pribadi lebih memilih dan menetapkan hati untuk tetap berada di luar struktur pemerintahan. Saya memilih bergerak sebagai relawan murni demi menjaga kemandirian, fungsi kontrol, serta objektivitas gerakan dalam mendukung kesuksesan program kerja Bapak Presiden Prabowo,” urainya secara filosofis.
Klarifikasi dari H. Kurniawan ini sekaligus menjadi sebuah edukasi politik yang berkelas bagi seluruh elemen masyarakat dan para simpatisan di daerah. GCP membuktikan kepada publik bahwa gerakan mengadukan indikasi kegaduhan politik ke Bareskrim Polri murni didasari atas rasa cinta dan tanggung jawab moral untuk menjaga marwah kepresidenan, bukan sebagai alat posisi tawar (bargaining) untuk berburu jabatan di perusahaan negara.
Melalui konter narasi ini, DPP GCP mengimbau seluruh jajaran pengurus daerah dan masyarakat untuk tidak terdistraksi oleh isu-isu struktural dan tetap merapatkan barisan di bawah satu komando yang solid dan berintegritas.








