Batam — jejakperistiwa.online.
Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAMUS Provinsi Kepulauan Riau berlangsung khidmat dan penuh suasana kebersamaan pada Minggu, 11 Januari 2026 di Golden Prawn Bengkong, Kota Batam.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat, menjadi pengingat bahwa perjuangan dakwah harus bertumpu pada petunjuk Allah SWT dan teladan Rasulullah SAW.

Syekh Amir: Amanah Adalah Jalan Mengabdi
Hadir memberikan doa dan tausiyah, Ayahanda KH. Syekh Amir Husein Lubis, Guru Besar Pondok Pesantren Musthafawiyah, menyampaikan pesan mendalam bagi para pengurus baru.
Beliau mengingatkan, jabatan dalam organisasi bukan penghormatan, tetapi amanah yang kelak dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
“Pegang amanah ini dengan akhlak, bukan ambisi. Jadikan jabatan sebagai sarana ibadah dan ladang amal jariyah,” tutur beliau.
Syekh Amir menegaskan pentingnya kebersamaan, keikhlasan, dan adab dalam mengelola organisasi, agar kemanfaatannya dapat dirasakan masyarakat luas.
DPW Kepri: KAMUS Hadir untuk Menguatkan Masjid dan Masyarakat
Dalam sambutannya, H. Purnomo, S.E., Ketua DPW KAMUS Provinsi Kepulauan Riau, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi tonggak baru bagi KAMUS dalam merapikan gerak dakwah di Kepri.
“Organisasi ini bukan milik personal, tapi milik umat. Kita hadir untuk memakmurkan masjid dan memperkuat syiar Islam di Kepulauan Riau,” ujarnya.
Purnomo menegaskan perlunya membangun program yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari pembinaan jamaah, kegiatan literasi Islam, hingga kolaborasi dengan pemerintah dan ormas lainnya.
DPD Batam: Dakwah Santun untuk Kota Majemuk
Sementara itu, Ahmad Daud, Ketua DPD KAMUS Kota Batam, menegaskan bahwa dinamika masyarakat di kota industri seperti Batam menuntut dakwah yang santun, merangkul, dan menguatkan ukhuwah.
“Kita ingin hadir sebagai penyejuk, bukan pemecah. Dakwah harus mengundang, bukan mengusir,” ucapnya dalam pidato.
Ia menambahkan, masyarakat Batam membutuhkan ruang dakwah yang modern, kreatif, dan bersahabat bagi pemuda dan generasi Qur’ani.
Pesan Pembina: Setelah Pelantikan, Kerja Nyata Dimulai
Tokoh pembina KAMUS, Dr. M. Nurohman, memberikan pembekalan singkat penuh motivasi. Ia mengingatkan bahwa pelantikan bukan akhir dari proses organisasi.
“Hari ini kita dilantik, besok kita bekerja. Yang ditunggu jamaah adalah aksi, bukan seremonial,” ungkapnya.
Dr. Nurohman mendorong pengurus mengembangkan kegiatan berbasis kemasjidan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pendampingan keluarga dan pemuda.
Harapan dan Komitmen Bersama
Setelah pembacaan baiat dan penyerahan SK, para pengurus menyatakan kesiapan untuk menjalankan roda organisasi dalam satu barisan kepengurusan.
Program prioritas yang disampaikan meliputi:
memakmurkan masjid dan musholla,
meningkatkan kajian dan pendidikan Islam,
merangkul komunitas muslim muda,
memperluas jaringan kolaborasi syiar Islam di Kepri.
Akhir Acara Penuh Doa
Pelantikan ditutup dengan doa yang kembali dipimpin oleh Syekh Amir, memohon agar Allah SWT memberikan keteguhan niat, kelancaran langkah, serta menjadikan KAMUS sebagai wasilah persatuan dan kebaikan di tanah Kepulauan Riau.
Acara berakhir menjelang siang dengan penuh rasa syukur, diiringi saling bersalaman dan semangat untuk memulai perjalanan panjang dakwah KAMUS di Kepri.
Pewarta. : Sajar Hasibuan







