Metro — Dugaan perselingkuhan yang berujung ancaman menggunakan senjata tajam menggemparkan warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro. Seorang suami sah berinisial AS (30) mengaku memergoki istrinya sedang berada berduaan dengan pria lain di rumah orang tua istrinya pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.
Ironisnya, ketika AS mempertanyakan keberadaan pria tersebut, situasi justru berubah menjadi menegangkan. Pria yang disebut sebagai selingkuhan istrinya itu diduga mengambil sebilah pisau dan mengejar AS hingga membuatnya melarikan diri demi menyelamatkan diri.
Kepada awak media, AS membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, sebelum peristiwa terjadi, dirinya dan sang istri memang sedang mengalami perselisihan. Karena itu, AS memilih tinggal sementara bersama anak perempuannya di rumah orang tuanya di kawasan 15 Kauman, Metro Pusat, sedangkan istrinya tinggal bersama anak laki-laki mereka di rumah orang tuanya di wilayah 28 Purwosari, Metro Utara.
“Betul, Bang. Rabu malam sekitar pukul delapan lebih saya memergoki istri sah saya sedang berduaan dengan pria lain di dalam rumah mertua saya. Sebelumnya memang kami sedang cekcok sehingga saya memilih tinggal di rumah orang tua saya,” ujar AS.
Menurut AS, malam itu dirinya bersama seorang teman bermaksud mengantarkan sepeda motor kepada istrinya. Namun, ketika tiba di rumah mertua di kawasan 28 Purwosari, ia merasa curiga karena istrinya membutuhkan waktu cukup lama untuk membukakan pintu.
Setelah berhasil masuk, AS mengaku melihat sepasang sandal pria di dalam rumah. Kecurigaan tersebut kemudian mendorongnya mencari siapa pemilik sandal tersebut.
“Saya tanya sandal itu milik siapa. Istri saya menutupi dan tidak memberikan penjelasan yang membuat saya percaya. Saya kemudian mencari ke beberapa kamar dan akhirnya menemukan seorang pria yang tidak saya kenal berada di dalam rumah,” katanya.
Pertemuan tersebut kemudian berubah menjadi pertengkaran. AS mengaku dirinya dan istrinya terlibat cekcok di hadapan pria tersebut.
Namun, menurut pengakuan AS, situasi semakin memanas ketika pria yang ditemukannya itu diduga mengambil pisau dari meja ruang tengah dan mengejarnya.
“Tiba-tiba pria itu mengambil senjata tajam jenis pisau dan mengejar saya. Saya memilih melarikan diri karena tidak ingin terluka,” ungkapnya.
AS kemudian berlari menuju rumah salah seorang keluarga istrinya untuk meminta bantuan dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Tidak lama kemudian, pamong setempat bersama Bhabinkamtibmas Metro Utara datang ke lokasi.
Namun, pria yang diduga berada bersama istri AS tersebut disebut telah melarikan diri melalui pintu belakang sebelum petugas tiba.
Persoalan kemudian semakin menjadi perhatian keluarga. AS mengaku telah mempertanyakan identitas pria tersebut kepada istrinya, tetapi menurutnya sang istri mengaku tidak mengetahui siapa pria yang berada di dalam rumah tersebut.
“Sejak malam itu kami bersama keluarga istri, pamong dan Bhabinkamtibmas menanyakan siapa laki-laki itu dan di mana rumahnya. Istri saya selalu menjawab tidak tahu. Bagi saya itu sulit diterima karena bagaimana mungkin membawa seorang laki-laki masuk ke rumah tetapi tidak mengetahui identitasnya,” tegas AS.
Merasa dirugikan dan mengaku mendapat ancaman serius, AS menyatakan tidak ingin persoalan tersebut berhenti hanya pada penyelesaian keluarga. Ia berencana membawa perkara tersebut ke jalur hukum.
“Saya akan menempuh jalur hukum. Saya akan melaporkan kejadian ini ke Polres Metro. Untuk persoalan rumah tangga, saya akan meminta aparat penegak hukum menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku. Pria tersebut juga akan saya laporkan karena telah mengejar saya menggunakan senjata tajam,” tegasnya.
AS menyebut dirinya memiliki rekaman video yang menurutnya berkaitan dengan kejadian tersebut. Ia juga menyatakan temannya berada di lokasi dan dapat dimintai keterangan sebagai saksi.
Diketahui, AS dan istrinya telah memiliki dua orang anak, masing-masing seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Kendati untuk sementara keduanya tidak tinggal serumah, AS menegaskan bahwa status pernikahannya dengan sang istri hingga saat ini masih sah dan belum terdapat perceraian resmi.
Kasus tersebut kini berpotensi bergulir ke ranah hukum. Dugaan keberadaan pria lain di dalam rumah, ditambah pengakuan adanya ancaman menggunakan senjata tajam, menjadi dua persoalan berbeda yang menurut AS harus diuji melalui proses hukum dan pembuktian.
Catatan: Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini bersumber dari keterangan AS dan masih memerlukan klarifikasi serta pembuktian dari pihak-pihak terkait. Konfirmasi kepada pihak istri, pria yang disebut berada di lokasi, maupun aparat penegak hukum penting dilakukan untuk memastikan duduk perkara secara berimbang.







