TEROR BUAYA DI WAY SEKAMPUNG BUKAN ISU SEPELE: WARGA SEBUT SUDAH LEBIH DARI SEBULAN MUNCUL, PEMERINTAH DIMINTA JANGAN TUNGGU KORBAN

Pringsewu — Kemunculan seekor buaya berukuran besar di aliran Sungai Way Sekampung, tepat di sekitar Jembatan Way Sekampung, bukan sekadar kejadian sesaat.

Hasil penelusuran di lapangan dan keterangan warga menyebutkan, buaya tersebut telah berulang kali menampakkan diri selama lebih dari satu bulan terakhir, namun hingga kini belum ada tindakan nyata yang benar-benar menjamin keselamatan masyarakat.

“Bukan baru kemarin. Kami sudah lihat sejak lama. Kadang pagi, kadang sore. Kalau air sungai surut, kepalanya kelihatan jelas,” ungkap SA (52), warga setempat yang setiap hari melintasi jembatan tersebut untuk bekerja. Rabu, 31/12/2025.

 

Warga lain, RM (38), menyebut kemunculan buaya kerap terjadi di titik yang sama, dekat pilar jembatan. Ia menduga lokasi tersebut menjadi area buaya mencari mangsa.

“Kalau sudah sering muncul di satu tempat, artinya itu wilayahnya. Ini yang bikin kami takut,” ujarnya.

 

Aktivitas Warga Terancam, Sungai Tak Lagi Aman

Way Sekampung selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga sekitar. Mulai dari mandi, mencuci, memancing, hingga aktivitas ekonomi kecil, semuanya bergantung pada sungai tersebut. Namun sejak kemunculan buaya, warga mengaku hidup dalam kecemasan.

“Anak-anak sekarang kami larang main ke sungai. Tapi sampai kapan? Sungai ini bagian dari hidup kami,” kata IN (41), ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari bantaran sungai.

 

Ironisnya, meski video dan foto kemunculan buaya telah viral di media sosial dan grup warga, belum terlihat langkah pengamanan permanen di lokasi rawan. Tidak ada pagar penghalang, rambu bahaya yang memadai, ataupun patroli rutin.

Warga Nilai Respons Aparat Masih Normatif
Beberapa warga mengaku hanya menerima imbauan lisan untuk berhati-hati. Bagi mereka, imbauan tanpa tindakan dianggap belum cukup.

“Kalau cuma bilang ‘hati-hati’, itu tidak menyelesaikan masalah. Buaya itu nyata, bukan isu,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

 

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk aparat desa dan instansi berwenang. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait rencana evakuasi buaya atau langkah mitigasi jangka panjang.

Desakan: Jangan Tunggu Insiden Berdarah
Warga mendesak BKSDA Lampung, BPBD, dan aparat kepolisian untuk segera turun tangan secara serius. Mereka menuntut penelusuran habitat buaya, pemasangan pengaman di titik rawan, serta evakuasi satwa jika diperlukan, demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Kalau nanti sudah ada korban, siapa yang bertanggung jawab?” ujar warga dengan nada kecewa.

 

Kemunculan buaya di Way Sekampung kini bukan lagi cerita viral semata, melainkan alarm bahaya yang menuntut respons cepat dan nyata dari pemerintah. Warga berharap keselamatan manusia tidak dikalahkan oleh kelalaian dan sikap menunggu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *