KOTA METRO — Wali Kota Metro Bambang Irsan kembali melakukan perombakan penting di tubuh pemerintahannya. Dua pejabat bergelar doktor resmi dilantik untuk mengisi posisi strategis: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Pelantikan digelar Senin (24/11/2025) di Gedung Pemerintah Kota Metro.

Dua pejabat tersebut yakni Dr. Agus Muhammad Septiana, yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dr. Kusbani, yang dipercaya menempati kursi Asisten II Setda Kota Metro.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bambang menegaskan bahwa penunjukan ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi bagian dari tuntutan reformasi birokrasi yang menitikberatkan pada kompetensi, integritas, dan akuntabilitas.
“Proses seleksi dilakukan objektif, transparan, serta akuntabel. Pejabat yang dilantik hari ini harus langsung bekerja, bukan sekadar menikmati jabatan,” tegas Bambang.

Publik Menuntut Kinerja Nyata
Meski gelar akademik para pejabat baru patut diapresiasi, masyarakat kini menunggu hasil konkret. Di sektor pendidikan, Kota Metro masih menghadapi ketimpangan kualitas sekolah, kekurangan guru bidang spesifik, hingga minimnya inovasi kebudayaan daerah. Jabatan Kadisdikbud yang diisi figur doktor jelas menaikkan harapan publik.
Sementara itu, jabatan Asisten II memikul tanggung jawab besar dalam menggerakkan roda perekonomian kota. Tantangan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan ketahanan pangan menunggu eksekusi cepat dan terukur — bukan sekadar rencana di atas kertas.
Reformasi atau Sekadar Rotasi?
Pembacaan publik terhadap mutasi ini beragam. Sebagian menilai langkah Wali Kota sebagai upaya penyegaran birokrasi. Namun, ada pula yang memandang ini sebagai lanjutan dari rangkaian rotasi besar-besaran pejabat yang sudah dilakukan beberapa bulan terakhir.
Apakah ini benar-benar reformasi struktural atau hanya pergantian kursi menjelang tahun politik?
Pertanyaan itu kini menggantung dan membutuhkan jawaban melalui kinerja, bukan pidato.
Beban Ekspektasi Mengiringi Pejabat Baru
Dengan status “doktor”, masyarakat berharap kedua pejabat mampu membawa standar baru dalam kualitas pelayanan. Ini termasuk keberanian mengambil langkah tak populer demi perbaikan sistem, bukan sekadar mengikuti pola kerja lama yang stagnan.
Wali Kota Bambang menutup pelantikan dengan pesan tegas: seluruh perangkat daerah harus bersinergi mendukung pejabat baru, dan tidak ada lagi ruang bagi pejabat yang bekerja setengah hati.







