Jangan Jual Integritas Pers Demi Amplop Sesaat

Oleh: Dwi Hartoyo, Kaperwil Lampung Media Online
Rabu, 11 Februari 2026

Sebagai insan pers, kita dituntut tetap kritis, tegas, dan berdiri di garis yang benar. Hanya dengan cara itu, jurnalis bisa benar-benar menjadi corong publik, bukan corong kepentingan.

Jangan biarkan kepercayaan masyarakat runtuh hanya karena uang, saudara-saudaraku. Kepercayaan itu tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari kerja panjang, dari keringat, dari keberanian menulis yang benar meski harus berdiri sendirian.

Namun, semua itu bisa hancur hanya karena satu amplop, satu transaksi, satu kompromi kecil yang dianggap sepele.

Jurnalisme adalah marwah. Ia bukan alat tawar-menawar, bukan ruang negosiasi kepentingan. Sekali integritas ditukar dengan rupiah, sejak saat itu pena tidak lagi merdeka, suara tidak lagi murni, dan berita tak lagi berpihak pada kebenaran.

Saudara-saudaraku, uang memang menggoda. Tapi harga diri jauh lebih mahal. Jabatan bisa hilang, relasi bisa berubah, tetapi ketika integritas jatuh, ia tidak mudah ditegakkan kembali.

Mari kita jaga profesi ini. Jauhkan dari transaksi, luruskan dari kepentingan. Karena yang kita bawa bukan hanya nama pribadi, melainkan wajah jurnalisme itu sendiri.

Pers adalah kontrol sosial. Namun kontrol sosial yang ikut bertransaksi dengan kebatilan, pada akhirnya hanya akan menjadi bagian dari masalah. Salam satu pena ✍🏾.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *