Batam — Hari bahagia menyelimuti keluarga besar Mega Reftika, atau yang akrab disapa Tika, saat resmi mengakhiri masa lajang dan memulai lembaran baru kehidupan bersama pria pilihannya, Beni Saputra.
Pernikahan keduanya berlangsung khidmat pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di kediaman keluarga Tika di Jalan Sagulung Baru, Sungai Binti, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Tika merupakan anak kedua dari pasangan Zulkarnain dan Refnidar. Sementara Beni Saputra adalah putra bungsu dari pasangan Syamsuir dan Nur Aini.
Suasana haru sekaligus bahagia terasa ketika Zulkarnain bertindak sebagai wali nikah dan dengan tegas melafalkan ijab kabul kepada Beni Saputra. Akad tersebut kemudian dijawab Beni dengan mantap dan sekali ucap, hingga dinyatakan sah oleh kedua orang saksi.
Momen sakral itu menjadi tanda dimulainya perjalanan baru bagi Tika dan Beni. Bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan pernikahan, tetapi juga mempertemukan dua keluarga besar dalam sebuah hubungan kekeluargaan yang diharapkan terus tumbuh dalam kasih sayang.
Beni yang kini resmi menjadi suami Tika tampak lebih matang dan dewasa dalam menjalani prosesi akad. Kehadiran rombongan keluarga besar dari Kelurahan Gesya Eternal Madina turut menambah kehangatan suasana sekaligus memberikan doa dan restu bagi kedua mempelai.
Salah satu keluarga yang hadir menyaksikan prosesi akad nikah tersebut, Dwi Hartoyo, mengaku turut merasa senang dan bahagia karena seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar.
“Kalian sah sebagai suami istri, sah secara agama dan tercatat pernikahannya oleh negara,” ujar Dwi Hartoyo memberikan pesan kepada kedua mempelai.
Menurutnya, pernikahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, pengertian, kepercayaan dan tanggung jawab dari kedua belah pihak.
“Perjalanan hidup berumah tangga adakalanya manis dan pahit. Tetapi yakinlah, jika kalian berdua penuh pengertian, saling memahami dan saling memaklumi, setiap persoalan insyaallah dapat diselesaikan dengan baik,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar Tika dan Beni tidak hanya membangun rumah tangga untuk hari ini, tetapi mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan bersama hingga usia senja.
“Rawatlah cinta sejak awal pernikahan. Jangan hanya ingin bersama ketika keadaan menyenangkan, tetapi tetap bergandengan tangan ketika menghadapi kesulitan. Semoga kalian dapat terus bersama sampai menjadi kakek dan nenek, tetap saling menyayangi dan saling menjaga,” pesannya.
Lebih dari itu, pernikahan juga diharapkan menjadi jalan bagi keduanya untuk membangun keluarga yang penuh ketenangan, kasih sayang dan keberkahan. Kehadiran buah hati menjadi salah satu harapan yang tentu dinantikan dengan penuh kesabaran dan doa.
“Semoga Allah segera memberikan momongan yang sehat, baik, saleh dan salehah, menjadi penyejuk hati serta pelengkap kebahagiaan keluarga kalian. Yang terpenting, teruslah berdoa dan jalani setiap proses dengan penuh kesabaran,” tambahnya.
Pernikahan sejatinya bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan tentang dua manusia yang bersedia belajar menjadi lebih baik bersama. Ketika ego ditundukkan, komunikasi dijaga dan rasa saling menghargai terus dipelihara, bahtera rumah tangga akan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi berbagai gelombang kehidupan.
Dwi Hartoyo pun berharap Tika dan Beni mampu menjadikan rumah tangga sebagai tempat pulang yang penuh kedamaian, bukan sekadar tempat tinggal.
“Semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, diberikan kesehatan, rezeki yang luas, keturunan yang baik, serta dipanjangkan usia dalam kebersamaan hingga kakek dan nenek,” pungkasnya.
Selamat menempuh hidup baru untuk Mega Reftika (Tika) dan Beni Saputra. Semoga cinta yang dimulai hari ini tumbuh menjadi kasih sayang yang semakin kuat dari tahun ke tahun, hingga rambut memutih dan usia senja menyapa.








