BANDAR LAMPUNG — Papan catur menjadi ruang sederhana yang mempertemukan dua lingkungan berbeda, kepolisian dan perguruan tinggi. Melalui pertandingan persahabatan, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur Universitas Lampung (Unila) membangun silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan.
Pertandingan persahabatan tersebut digelar di Subarkah SPN Polda Lampung, Minggu (13/9/2026), dengan mengusung tema “Gens Una Sumus”, yang berarti “Kita adalah satu keluarga.”
Kepala SPN Polda Lampung Kombes Pol Edi Purnomo mengatakan, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menang dan kalah. Lebih dari itu, pertandingan catur menjadi media untuk mempererat hubungan, menumbuhkan sportivitas, serta membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara institusi kepolisian dan lingkungan akademik.
Menurut Edi, permainan catur memiliki banyak nilai yang relevan dalam pembentukan karakter. Setiap langkah membutuhkan konsentrasi, kecermatan, kesabaran serta kemampuan membaca situasi sebelum mengambil keputusan.
“Catur mengajarkan konsentrasi, kecermatan, kesabaran dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Nilai-nilai tersebut penting dalam membentuk karakter dan sumber daya manusia yang berkualitas serta berintegritas,” ujar Edi.
Senada, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menilai olahraga bersama dapat menjadi jembatan yang efektif untuk memperkuat hubungan antara Polri dengan kalangan akademisi, khususnya generasi muda.
Menurut Yuni, membangun silaturahmi tidak selalu harus dilakukan melalui forum resmi. Ruang olahraga justru dapat menciptakan suasana yang lebih cair, sehingga komunikasi, kedekatan dan kolaborasi dapat tumbuh secara alami.
“Silaturahmi tidak selalu harus dibangun melalui forum formal. Olahraga menjadi ruang yang sangat baik untuk membangun kedekatan, sportivitas dan komunikasi. Melalui kegiatan seperti ini, Polri ingin terus membuka ruang kolaborasi positif dengan perguruan tinggi dan generasi muda,” kata Yuni.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran SPN Polda Lampung, tim catur SPN Polda Lampung, Pembina Catur UKM Unila Dr. Subian, Wasit Nasional Catur Ulli Haris WN. PN., serta tim UKM Catur Unila.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari kedua pihak, dilanjutkan penyerahan plakat dan doa bersama sebelum pertandingan persahabatan dimulai.
Di balik setiap bidak yang digerakkan, terdapat pelajaran tentang kehidupan. Seorang pemain dituntut tidak hanya berpikir tentang langkah saat ini, tetapi juga mempertimbangkan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. Nilai tersebut menjadi pesan edukatif bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang mengalahkan lawan, melainkan bagaimana seseorang mampu menjunjung tinggi etika, menghargai proses dan menerima hasil dengan lapang dada.
Pertandingan persahabatan SPN Polda Lampung dan UKM Catur Unila diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga semata. Momentum tersebut diharapkan menjadi pintu bagi lahirnya berbagai kolaborasi positif antara Polri dan perguruan tinggi, khususnya dalam membangun karakter generasi muda yang disiplin, cerdas, sportif dan berintegritas.
Semangat “Gens Una Sumus” pun menjadi pesan utama dari pertemuan tersebut: bahwa di tengah perbedaan latar belakang dan institusi, persahabatan, sportivitas dan kebersamaan tetap dapat menjadi kekuatan untuk membangun hubungan yang lebih baik.







