BENGKALIS — Polsek Mandau tak memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba. Dalam operasi senyap namun mematikan, aparat berhasil membongkar jaringan sabu yang diduga terstruktur dan terorganisir. Lima orang langsung disikat dari titik berbeda, menandai terbukanya mata rantai peredaran dari hilir hingga ke arah hulu.
Pengungkapan ini bukan sekadar penangkapan biasa. Polisi bergerak cepat setelah menerima gelombang laporan masyarakat yang resah terhadap maraknya aktivitas peredaran sabu. Dari informasi itu, penyelidikan dikembangkan secara tertutup, membidik pola distribusi hingga mengarah pada jaringan yang lebih besar.
Lima tersangka yang diamankan memiliki peran berlapis mulai dari kurir, pengedar, hingga pihak yang diduga menjadi penghubung antar jaringan. Barang bukti sabu siap edar turut disita, memperkuat dugaan bahwa jaringan ini telah lama beroperasi dengan pola rapi dan terstruktur.
Namun yang lebih mengkhawatirkan, pengungkapan ini baru menyentuh permukaan. Aparat menduga kuat masih ada aktor utama atau “pemain besar” yang selama ini mengendalikan peredaran dari balik layar.
“Ini tidak berhenti di sini. Kami kejar sampai ke atas. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak,” tegas Kapolsek Mandau dengan nada tanpa kompromi. Rabu, 25/03/2026.
Saat ini, kelima tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga terus mengembangkan kasus guna menelusuri aliran pasokan serta kemungkinan keterlibatan jaringan lintas wilayah.
Perang terhadap narkotika di Mandau kini memasuki fase serius. Aparat tak hanya memburu pelaku lapangan, tetapi mulai mengarah pada pembongkaran jaringan inti. Satu per satu simpul mulai terbuka dan tekanan kini mengarah pada siapa sebenarnya yang bermain di balik peredaran barang haram ini.
Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan tidak takut melapor. Sebab, di balik setiap transaksi narkoba, ada ancaman nyata bagi masa depan generasi.







