Lampung Tengah — Unggahan foto Nong Jaseng bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, SE, M.Sos, di media sosial Facebook (FB) menuai beragam reaksi tajam dari warganet. Dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan tersebut tercatat meraih 765 tanda suka (like) dan 55 komentar, Jumat pagi (23/01/2026).
Alih-alih sekadar pujian, kolom komentar justru berubah menjadi ruang kritik terbuka yang menyinggung langsung persoalan klasik Lampung Tengah: jalan rusak, lemahnya pengawasan, hingga keraguan atas arah kepemimpinan daerah di bawah Plt Bupati.
Sebagian warganet menyampaikan dukungan normatif, seperti komentar “Semangat” dan doa agar Plt Bupati amanah menjalankan tugas. Namun, nada itu segera tenggelam oleh gelombang kritik tajam yang mempertanyakan kinerja nyata di lapangan.
“Jalannya Lampung Tengah gimana?” tulis Novi Yanto singkat namun menohok.
Komentar serupa juga datang dari Eno Ragil dan Mysterio yang menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai tak kunjung dibenahi.
Komentar panjang Danang Nugroho bahkan menyuarakan keresahan warga Bandar Sari hingga Mojokerto. Ia mendesak Plt Bupati untuk turun langsung ke lapangan (blusukan) serta menertibkan aktivitas kendaraan tambang berat yang dinilai merampas hak masyarakat, terutama ibu-ibu pedagang dan anak sekolah di pagi hari.
“Buat aturan mobil tambang beroperasi malam hari saja. Pagi dan siang biar masyarakat nyaman,” tulisnya.
Tak sedikit pula komentar bernada sindiran keras. Sejumlah warganet menilai keramahan Plt Bupati hanya tampak saat berhadapan dengan kamera.
“Ramah di depan kamera kok, sindirnya,” tulis Dewi Dewi.
“Ramah tapi jalan ora diurusi,” tambah Saprol Putra Viktory dalam bahasa Jawa yang lugas.
Di sisi lain, muncul pula suara yang mencoba lebih moderat. Beberapa warganet menilai Plt Bupati masih di awal masa kerja, sehingga belum sepenuhnya terlihat arah dan pola kepemimpinannya. Namun, publik tetap menegaskan satu hal: masa transisi bukan alasan untuk abai terhadap persoalan rakyat.
Isu politik pun ikut menyeruak dalam komentar. Sejumlah warganet mengingatkan bahwa Komang Koheri adalah wakil bupati yang kini menjabat Plt, menyusul bupati definitif yang tengah tersandung masalah hukum. Kondisi ini dinilai membuat masyarakat semakin kritis dan waspada terhadap setiap langkah kebijakan.
Unggahan sederhana itu akhirnya menjelma menjadi cermin kepercayaan publik yang terbelah: ada yang berharap, ada yang menunggu, dan jauh lebih banyak yang menagih pembuktian.
Bagi masyarakat Lampung Tengah, pesan yang disampaikan warganet tampak jelas dan seragam:
keramahan bukan prioritas, senyum bukan solusi. Yang ditunggu rakyat adalah kerja nyata.







