Bandar Lampung — Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf melakukan perombakan besar di tubuh Polda Lampung. Sebanyak sembilan Pejabat Utama (PJU) dan empat Kapolres resmi berganti jabatan melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin langsung Kapolda di Gedung GSG Presisi Polda Lampung, Jumat (9/1/2026).
Pergantian ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan langkah strategis dan tegas Kapolda Lampung untuk memperkuat disiplin, profesionalisme, serta efektivitas kinerja Polri dalam menjawab tantangan keamanan dan pelayanan publik di wilayah Lampung.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa jabatan adalah amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar posisi struktural. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera bekerja cepat, adaptif, dan menunjukkan kinerja nyata di lapangan.
“Rotasi ini adalah bagian dari penyegaran organisasi. Saya tekankan, tidak ada ruang bagi kinerja biasa-biasa saja. Setiap pejabat harus mampu memberi dampak nyata bagi keamanan dan pelayanan masyarakat,” tegas Kapolda.
Daftar Pejabat Strategis Berganti
Sejumlah jabatan krusial di lingkungan Polda Lampung mengalami pergeseran, di antaranya:
Kombes Pol. Arief Aldi Warganegara dipercaya menjabat Karo SDM Polda Lampung, posisi vital dalam pengelolaan sumber daya manusia Polri.
Kombes Pol. Ahmad Sukiyatno resmi menduduki jabatan Kabidkum Polda Lampung, menggantikan pejabat sebelumnya.
Pergantian juga terjadi pada posisi Dirbinmas, Dir Lantas, Dir Reskrimsus, Dir Pamobvit, serta Kabid TIK Polda Lampung.
Selain PJU, empat Kapolres di jajaran Polda Lampung turut berganti sebagai bagian dari penataan organisasi.
Kapolda menekankan bahwa pejabat baru harus menjaga integritas, meningkatkan pengawasan internal, serta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat.
Tekanan Kinerja dan Kepercayaan Publik
Irjen Pol. Helfi Assegaf juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari gangguan kamtibmas, kejahatan konvensional hingga transnasional, narkoba, serta isu-isu sosial yang berpotensi memicu konflik.
“Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijawab dengan kerja nyata, bukan retorika. Saya minta seluruh jajaran bekerja profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Kepada pejabat lama, Kapolda Lampung menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas, seraya berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal di penugasan selanjutnya.
Sinyal Kuat Pembenahan Internal
Perombakan besar ini menjadi sinyal kuat komitmen Kapolda Lampung dalam melakukan pembenahan internal, sekaligus memastikan roda organisasi berjalan efektif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan komposisi pejabat baru, Kapolda Lampung berharap seluruh jajaran mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Lampung tanpa kompromi.







