Lampung Tengah — Pabrik Kelompok Tani Fajar 1 dan Fajar 2 menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar berorientasi pada produksi, tetapi juga berpihak pada kepentingan petani dan masyarakat sekitar. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Rutin Bulanan Pengurus Desember 2025 yang digelar di kediaman M. Waris selaku Manajer Pabrik, Sabtu malam (03/01/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Rapat yang dipimpin langsung Ketua Kelompok Tani, Dwi Hartoyo, dan didampingi H. Supono serta Suherman, menjadi forum evaluasi akhir tahun sekaligus persiapan menjelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dijadwalkan berlangsung pertengahan Januari 2026.
Dalam arahannya, Dwi Hartoyo menegaskan bahwa RAT merupakan agenda baku atas permintaan pemilik andil atau saham, sehingga seluruh jajaran manajemen diminta bergerak cepat, tertib, dan profesional dalam menyiapkan seluruh kebutuhan administrasi maupun teknis.
“Kita harus menjaga amanah dan kepercayaan pemilik andil. Jangan sampai mereka kecewa,” tegas Dwi Hartoyo.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan mutu kerja dan pelayanan kepada petani penggiling padi. Menurutnya, keberadaan pabrik kelompok tani harus benar-benar memberi kemudahan dan manfaat nyata bagi petani, bukan justru menambah beban.
Terkait masih rendahnya partisipasi petani di dua wilayah RW akibat persoalan akses jalan pabrik yang belum sepenuhnya teratasi, Dwi meminta agar dilakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan unsur pamong setempat.
“Kita akan upayakan komunikasi dengan pamong di dua RW. Mereka harus peduli dan memahami bahwa pabrik kelompok tani ini hadir untuk kemanfaatan bersama. Petani perlu diyakinkan mengapa menggiling padi di pabrik kelompok tani itu penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dwi Hartoyo memaparkan bahwa hasil operasional pabrik tidak semata-mata untuk usaha, tetapi juga dialokasikan bagi kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti bantuan duka kematian, bantuan warga sakit dan rujukan rumah sakit, kegiatan keagamaan, peringatan hari besar nasional, serta santunan bagi anak yatim dan lansia.
Ia pun mengajak seluruh anggota kelompok tani agar tetap setia menggiling padi di pabrik kelompok tani, sekaligus mengajak masyarakat di RW 5 dan RW 6 untuk ikut berpartisipasi.
“Manfaat menggiling di pabrik kelompok tani tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga kembali ke masyarakat. Inilah semangat kebersamaan yang harus kita jaga,” ujarnya.
Di akhir rapat, pengurus berharap dukungan dan doa dari seluruh anggota serta masyarakat agar pabrik kelompok tani dapat terus berproduksi secara berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar.







