Jejakperistiwa.Online, Bitung — TNI Angkatan Laut melalui KRI Selar-879 berhasil melaksanakan operasi Search and Rescue (SAR) terhadap korban kapal penumpang yang tenggelam di perairan Selat Bangka, Rabu (5/2/2026).
Dalam operasi tersebut, sebanyak 14 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo selaku Komandan KRI Selar-879 menjelaskan bahwa peristiwa tenggelamnya kapal diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 Wita.
Informasi kejadian diterima Komandan KRI Selar-879 Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo pada pukul 18.00 Wita dari atasan Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr. Opsla, yang di teruskan kepada Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marviil Marfel Frits, E.D., S.E.M.Tr. Hanla.,CRMP.
“Begitu menerima laporan, kami langsung melaksanakan konsinyering, apel seluruh personel dan melaksanakan persiapan kapal untuk segera berlayar menuju lokasi kejadian guna melaksanakan evakuasi,” ujar Mayor Laut ( P) Haris.
Dalam operasi tersebut, satu unsur KRI Selar-879 bersama satu unsur KAL Patola VIII-27 dikerahkan untuk melaksanakan pencarian dan penyelamatan korban di sekitar lokasi kejadian.
Hasil evakuasi menunjukkan bahwa 14 orang berhasil diselamatkan, terdiri dari empat warga sipil dan sepuluh personel tim Kodaeral yang pada saat itu sebelumnya melaksanakan kunjungan kerja di wilayah perairan di Pulau Talise.
Salah satu warga sipil mengalami luka di bagian kepala sehingga segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat di Manado atau Bitung untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
KRI Selar-879 bertolak dari pangkalan pada pukul 19.30 Wita dan tiba kembali pada Kamis (6/2/2026) pukul 10.00 Wita setelah menyelesaikan proses evakuasi di lokasi kejadian.
“Sampai dengan saat ini tidak terdapat laporan korban meninggal dunia. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup,” tambahnya.
Keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapsiagaan personel dan unsur TNI Angkatan Laut dalam merespons cepat setiap kejadian darurat di wilayah perairan Indonesia.
“Dalam waktu kurang dari satu jam setelah menerima informasi, unsur kami sudah siap bergerak.
Hal ini membuktikan bahwa personel dan material selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan, khususnya dalam misi kemanusiaan,” tegas Mayor Laut (P) Haris
Sementara itu, Dansatrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marviil Marfel Frits, E.D., S.E.M.Tr. Hanla.,CRMP, melalui WhatsApp, ” Menyampaikan bahwa seluruh korban yang berhasil dievakuasi dibawa ke Mako Satrol Kodaeral VIII untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan medis apabila terdapat korban yang mengalami gangguan kesehatan.
“Seluruh korban kami bawa ke Satrol untuk dilakukan pengecekan kondisi kesehatan. Apabila ditemukan korban yang sakit atau membutuhkan perawatan lanjutan, akan segera ditangani oleh tim medis,” ujar Dansatrol Kodaeral VIII.
TNI Angkatan Laut mengimbau kepada seluruh pengguna transportasi laut untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran, melengkapi alat keselamatan, serta mematuhi prosedur yang berlaku guna mencegah terjadinya kecelakaan laut

