Masih di Bulan Syawal 1447 H, Silaturahmi Jadi Cermin Penguat Persaudaraan di Lampung Tengah

Lampung Tengah — Suasana hangat penuh keakraban masih terasa di momen Syawal 1447 Hijriah. Tradisi saling bermaaf-maafan dan berjabat tangan menjadi cermin kuatnya jalinan silaturahmi antarwarga, sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW dalam menjaga hubungan sesama manusia.

Kegiatan penuh makna tersebut berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, di lingkungan RW 05 Kelurahan Trimurjo Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.

Tokoh agama dan masyarakat setempat, H. Supono, mengajak umat Muslim untuk terus menjaga dan mempererat tali persaudaraan, terutama di momentum pasca-Idulfitri.

“Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi perintah agama. Saling berjabat tangan dan bermaafan adalah cara membersihkan hati dan memperkuat ukhuwah,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, Idulfitri bukan hanya perayaan, melainkan titik kembali kepada fitrah setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Umat Muslim ditempa untuk menahan lapar, dahaga, serta mengendalikan emosi, sehingga lahir sebagai pribadi yang lebih bersih dan bertakwa.

Momentum ini juga menjadi ajang introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas keimanan agar menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Sementara itu, Dwi Hartoyo turut menyampaikan ucapan:

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.”

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki diri serta menjauhi sifat-sifat tercela seperti kesombongan, iri, dan dengki. Menurutnya, menjaga persaudaraan antar sesama manusia adalah kunci kehidupan yang damai dan harmonis.

 

Dengan semangat Syawal, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai dan persaudaraan terus terjaga, demi meraih keselamatan dunia dan akhirat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *