RESPONSIF, PROFESIONAL, BERORIENTASI MASYARAKAT KADIS PUPR CUT YUN DI BAWAH KEPEMIMPINAN PEMKAB NAGAN RAYA SUKSES WUJUDKAN JEMBATAN PENGHUBUNG NAGAN RAYA–ACEH TENGAH

Kinerja Cepat dan Dedikatif Atasi Krisis Akses Wilayah Pascabencana

NAGAN RAYA, 7 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Cut Yun, Pemkab Nagan Raya berhasil membangun dan meresmikan Jembatan Bailey sebagai penghubung vital antara Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah.

Peresmian jembatan yang berlokasi di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Rabu (7/1/2026), dihadiri langsung oleh Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Widarto, S.Sos., M.M., Wakil Bupati Aceh Tengah, Kepala Dinas PUPR Aceh Tengah, perwakilan Kementerian PUPR, BPJN Aceh, serta unsur terkait lainnya.

Momentum ini menjadi bukti konkret bahwa tata kelola pemerintahan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan rakyat mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.

GERAK CEPAT ATASI KRISIS AKSES PASCABENCANA

Pasca bencana hidrometeorologi pada 15 November 2025 yang menyebabkan jembatan lama roboh total dan memutus akses utama antarwilayah, Kadis PUPR Cut Yun bergerak cepat. Tim teknis khusus segera dibentuk untuk melakukan kajian lapangan, perencanaan teknis, serta penyusunan dokumen pendukung.

Hasilnya, dalam waktu kurang dari dua minggu, seluruh proposal pembangunan rampung dan mendapat persetujuan pemerintah pusat. Proyek ini dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp 2,8 miliar.

Pembangunan fisik jembatan diselesaikan selama 63 hari kerja efektif, tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis, tanpa mengabaikan standar mutu dan keselamatan.

SPESIFIKASI TEKNIS TERUKUR & SESUAI SNI

Sebagai bentuk transparansi publik, Dinas PUPR Nagan Raya menyampaikan spesifikasi teknis jembatan sebagai berikut:
Panjang bentang jembatan: 95 meter
Lebar jalur lalu lintas: 4,5 meter
Kapasitas beban maksimum: 12 ton
Pemantauan geoteknis: Rutin setiap 1 bulan
Jembatan ini dirancang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 1725:2016, khusus untuk wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Selain itu, jembatan dilengkapi sistem drainase modern serta pemantauan struktur berbasis sensor yang terhubung langsung ke pusat kontrol Dinas PUPR Nagan Raya.

BERDAYAKAN TENAGA LOKAL, DORONG EKONOMI DAERAH

Pembangunan jembatan ini juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Sebanyak 35 tenaga kerja lokal dilibatkan dan telah mendapatkan pelatihan serta sertifikasi teknis melalui kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Teknik Sipil Nasional.

Manfaat nyata yang dirasakan masyarakat antara lain:
Waktu tempuh antar kabupaten berkurang hingga 87,5% (dari 2 jam menjadi ±15 menit)
Kerugian ekonomi ±Rp500 juta per minggu berhasil ditekan
Lebih dari 1.200 warga dan pelajar kini memiliki akses lebih cepat ke layanan pendidikan dan kesehatan
Potensi pertumbuhan ekonomi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan diproyeksikan meningkat hingga 12% dalam satu tahun.

APRESIASI PEMIMPIN & SUARA MASYARAKAT

Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan menyampaikan apresiasinya:
“Dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan Kadis PUPR Cut Yun adalah bukti bahwa aparatur daerah yang bekerja dengan hati mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.”

Sementara itu, Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Widarto menegaskan:
“Langkah cepat dan terkoordinasi Dinas PUPR Nagan Raya menjadi contoh penanganan pascabencana yang efektif. Sinergi dengan TNI berjalan sangat baik.”

Apresiasi juga datang langsung dari warga. Haji Abdul Wahab, petani kopi setempat, mengatakan:
“Sekarang hasil kopi kami bisa cepat sampai ke pasar. Terima kasih Ibu Cut Yun yang benar-benar bekerja untuk rakyat.”

KOMITMEN LANJUTAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2026

Sebagai tindak lanjut, Kadis PUPR Cut Yun mengumumkan program infrastruktur berkelanjutan tahun 2026, meliputi:
Pembangunan jalan aspal sepanjang 12 kilometer.

Peningkatan jaringan irigasi seluas 50 hektar
Pembangunan 3 jembatan penghubung desa
Dukungan infrastruktur dan permodalan bagi UMKM di sekitar jalur jembatan
Langkah ini menegaskan komitmen Pemkab Nagan Raya dalam membangun daerah secara inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

(Tim Digi SKPK Nagan Raya / Kontributor Informasi & Media NR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *