Menutup 2025 dengan Iman dan Sejarah: Yayasan Sakti Nusantara Susun Panitia Pembangunan Masjid di Depan Makam Bung Karno

 

BLITAR — Penutupan akhir tahun 2025 menjadi momentum bermakna bagi para pendiri Yayasan Sakti Nusantara. Tidak sekadar refleksi pergantian tahun menuju 2026, yayasan ini secara resmi merumuskan langkah besar bernilai spiritual dan historis: penyusunan Panitia Pembangunan Masjid di depan Makam Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Jawa Timur. Rabu. 31/12/2025.

Masjid yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas ±2.500 meter persegi tersebut disiapkan sebagai pusat ibadah sekaligus simbol penghormatan terhadap nilai perjuangan Bung Karno—memadukan religiusitas, kebangsaan, dan keteladanan sejarah dalam satu kawasan sakral.

Penyusunan panitia pembangunan dilakukan secara resmi dan tertib hukum di kediaman Drs. Supardi A.S., SH, MH, dengan pendampingan langsung Notaris Zulaikha, SH, MKn, asal Blitar. Kegiatan berlangsung di kawasan Perumahan Araya, Kota Malang, Jawa Timur, menegaskan keseriusan dan legalitas program besar ini.

Brigjen Pol Edi Murdiyono menyampaikan bahwa niat pembangunan masjid ini lahir dari ketulusan dan semangat kebersamaan, bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Masjid tersebut diharapkan menjadi tempat ibadah yang menyejukkan, sekaligus ruang refleksi bagi umat untuk meneladani perjuangan, persatuan, dan nilai kemanusiaan yang diwariskan Bung Karno.

“Atas niat baik ini, kami selaku panitia memohon doa, dukungan, serta support dari seluruh elemen masyarakat agar rencana pembangunan ini dapat berjalan lancar dan diridhai Allah SWT,” ujarnya Brigjend Edi. Jumat, 02/01/2026 pagi.

 

Dengan iringan doa dan pembacaan Al-Fatihah, para penggagas berharap ikhtiar ini dikabulkan dan dimudahkan, menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi umat dan bangsa.

Menutup tahun dengan langkah iman dan sejarah, Yayasan Sakti Nusantara menegaskan komitmennya: membangun bukan hanya fisik masjid, tetapi juga ruh persatuan dan nilai luhur kebangsaan menuju Indonesia yang lebih bermartabat di tahun 2026 dan seterusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *